Sorong Selatan — Sejumlah masyarakat Kampung Nakna, Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, mendesak dilakukan audit terhadap pengelolaan dana kampung sejak tahun 2019 hingga 2025 sebagai bentuk tuntutan transparansi dan akuntabilitas anggaran.
Desakan tersebut disampaikan masyarakat dengan mendatangi sejumlah lembaga pemerintah guna meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap penggunaan dana kampung dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Kampung Nakna saat ini, Yulice Meres, yang baru menjabat menggantikan kepala kampung sebelumnya, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk segera melaporkan secara resmi kepada instansi terkait agar dilakukan audit menyeluruh.
“Kami meminta agar dilakukan audit ulang terhadap seluruh kegiatan dan penggunaan anggaran Kampung Nakna sejak tahun 2019 hingga 2025. Hal ini penting agar jika terdapat kegiatan yang merugikan negara, dapat diketahui secara jelas siapa yang bertanggung jawab,” ujar Yulice Meres.
Menurutnya, selama periode kepemimpinan sebelumnya, masyarakat menilai kurang adanya keterbukaan dalam pengelolaan anggaran kampung. Minimnya transparansi tersebut memicu pertanyaan serta keresahan di tengah warga.
Sebagai tindak lanjut, masyarakat bersama pemerintah kampung berencana melayangkan surat resmi ke sejumlah instansi, di antaranya Inspektorat Kabupaten Sorong Selatan, Kepolisian Resor Sorong Selatan, serta Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan.
Langkah ini diharapkan dapat membuka secara jelas seluruh penggunaan dana kampung selama periode 2019–2025, sekaligus menjadi upaya penegakan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan kampung.
Masyarakat berharap, melalui audit yang menyeluruh dan objektif, kepercayaan publik terhadap pemerintah kampung dapat kembali pulih, serta pembangunan di Kampung Nakna dapat berjalan lebih baik, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah kampung sebelumnya terkait pengelolaan dana yang dipersoalkan masyarakat.
