![]() |
| Foto: Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, saat menenangkan Masa Aksi, Kamis, (23/4/2026) #save #suryapalo |
KENDARI, KASUARITV.COM – Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi saksi bisu adu kuat antara kepentingan politik partai dan aspirasi rakyat. Di tengah kabar miring mengenai rencana pelengseran dirinya oleh internal Partai NasDem, Ketua DPRD Sultra justru menunjukkan taringnya dengan turun langsung meredam amuk massa mahasiswa yang sempat ricuh dengan aparat kepolisian dan Satpol PP.
Kehadiran di Tengah Barikade: Tindakan Nyata di Lapangan
Kericuhan sempat pecah saat mahasiswa BEM Hukum mencoba menembus barikade pengamanan. Namun, suasana yang semula panas seketika mendingin saat Ketua DPRD Sultra keluar menemui massa. Tanpa jarak, ia duduk bersama mahasiswa dan menandatangani pakta integritas untuk mengusut tuntas:
- Aktivitas Tambang Ilegal di Konawe dan Bombana yang tetap beroperasi meski ada larangan MK.
- Kasus Kriminal Air Keras agar diproses secara sipil dan transparan.
- Janji Sidak dan RDP yang diteken langsung di depan massa aksi sebagai jaminan hukum.
Isu Pelengseran vs Loyalitas Publik
Keberhasilan Ketua DPRD dalam mengendalikan situasi ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat Sultra. Di satu sisi, ia dicintai masyarakat karena dianggap responsif dan berani pasang badan demi aturan (SOP). Di sisi lain, isu pelengseran jabatan (seperti yang menimpa La Ode Tariala sebelumnya) terus berembus kencang dari arah DPW NasDem Sultra.
Publik kini mulai mempertanyakan: "Apakah Surya Paloh tidak melihat tindakan nyata ini?"
Banyak pihak menilai, jika NasDem tetap memaksakan pergantian pimpinan di saat sang Ketua DPRD sedang mendapat simpati luas dari gerakan mahasiswa dan masyarakat, hal ini bisa menjadi "bom bunuh diri" politik bagi partai di Sultra.
Sentimen Masyarakat terhadap Surya Paloh
Masyarakat Sultra berharap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memberikan penilaian objektif berdasarkan kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar berdasarkan dinamika "bisikan" internal yang ingin mengganti posisi pimpinan dewan.
"Kami tidak butuh pemimpin yang hanya tunduk pada partai, tapi kami butuh yang berani meneken kesepakatan di depan rakyat saat situasi ricuh seperti tadi," ujar salah satu koordinator aksi mahasiswa.
Kesimpulan: Bola Panas di Tangan DPP NasDem
Tindakan nyata Ketua DPRD Sultra dalam meredam kericuhan dan menjamin penegakan hukum atas putusan MK di wilayah tambang adalah bukti kepemimpinan yang kuat. Kini, mata publik tertuju pada Jakarta. Apakah Surya Paloh akan mempertahankan kader yang bekerja untuk rakyat, atau justru membiarkan isu pelengseran terus berjalan di tengah dukungan masyarakat yang mengalir deras?
Status Berita: Terkini (24 April 2026)
Lokasi: Kendari, Sulawesi Tenggara
