Lampung, KASTV – Selasa, 31maret 2026
Kondisi sosial dan pemerintahan saat ini kembali menjadi sorotan. Isbah Cholib, aktivis Lampung, menyampaikan kritik terbuka terhadap para pemimpin di semua tingkatan, mulai dari desa hingga pusat pemerintahan.
Menurutnya, keluhan rakyat yang terus berulang menunjukkan adanya persoalan serius dalam tata kelola kepemimpinan dan penegakan hukum di Indonesia.
“Rakyat hari ini tidak kekurangan suara, tetapi kekurangan didengar. Keluhan mereka bukan tanpa alasan, melainkan akibat dari kebijakan yang tidak berpihak dan lemahnya penegakan hukum,” ujar Isbah Cholib dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa pemimpin seharusnya hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan. Dalam pandangannya, banyak kebijakan yang terkesan jauh dari kebutuhan nyata masyarakat, sehingga menimbulkan ketidakpercayaan publik.
Isbah juga menyoroti pentingnya mengembalikan marwah hukum sebagai panglima tertinggi, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
“Hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Negara ini berdiri di atas konstitusi, dan sudah seharusnya semua pihak tunduk serta patuh pada UUD 1945 tanpa pengecualian,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemimpin untuk tidak hanya fokus pada citra dan kepentingan politik jangka pendek, tetapi benar-benar bekerja demi kepentingan rakyat secara nyata.
“Jangan biarkan rakyat terus mengeluh tanpa solusi. Saatnya pemimpin bekerja dengan hati, mendengar dengan tulus, dan bertindak dengan adil,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Isbah Cholib berharap adanya perubahan nyata dalam pola kepemimpinan di Indonesia, di mana keadilan, transparansi, dan keberpihakan kepada rakyat benar-benar diwujudkan.
“Jika hukum ditegakkan dengan benar dan pemimpin kembali pada amanahnya, maka keluhan rakyat akan berhenti dengan sendirinya,” tutupnya. (Red)