Pesawaran, KASTV - Selasa, 21 April 2026 Polemik di media sosial terkait sebuah postingan yang diduga menyinggung adat akhirnya diklarifikasi langsung oleh pemilik akun Facebook, Muallim Taher. Ia menegaskan bahwa unggahannya tidak memiliki kaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), maupun adat istiadat apa pun.
Muallim Taher menjelaskan bahwa kesalahpahaman muncul akibat adanya penafsiran sepihak dari sejumlah pihak terhadap isi postingannya. Ia memastikan sejak awal tidak memiliki niat untuk menghina atau merendahkan kelompok tertentu.
Terkait laporan pengaduan masyarakat (dumas) yang dilayangkan ke Polres Pesawaran pada 20 April, ia menduga hal tersebut dipicu oleh kepentingan tertentu. Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa konten unggahannya murni tidak berkaitan dengan SARA ataupun simbol adat.
Postingan yang menjadi sorotan publik berbunyi “SUNTAN DIJUNJUNG SPAM”. Kalimat tersebut sempat dianggap sebagian masyarakat memiliki keterkaitan dengan adat tertentu. Namun, Muallim Taher membantah anggapan tersebut dan menyatakan bahwa kalimat itu tidak merujuk pada simbol budaya mana pun.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari masyarakat Lampung yang menjunjung tinggi adat, dirinya tidak mungkin berniat merendahkan nilai-nilai budaya. Menurutnya, makna dari unggahan tersebut telah dipelintir sehingga menimbulkan persepsi yang keliru.
Lebih lanjut, Muallim Taher menjelaskan bahwa postingan tersebut merupakan bentuk kekecewaan pribadinya terhadap seorang pejabat daerah terkait dugaan tindakan korupsi yang dinilai berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesawaran.
Menurutnya, kalimat tersebut dimaksudkan sebagai kritik sosial dan pesan moral, agar pihak yang menerima amanah, terlebih yang membawa nama adat, dapat menjaga integritas serta tanggung jawab kepada masyarakat.
Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar serta menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan lebih bijak dalam menyikapi serta menyebarkan informasi di media sosial. (Tim)