NEW YORK, kasuaritv.com – Sebuah teladan kepemimpinan ditunjukkan oleh Walikota New York City dalam momen Idul Fitri kemarin. Kisah ini dibagikan oleh tokoh Muslim terkemuka di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, yang menyoroti sisi humanis dan integritas dari pemimpin kota megapolitan tersebut.
Pertemuan Hangat di Markas Kepolisian NY
Momen ini bermula beberapa waktu lalu, sesudah Imam Shamsi Ali memberikan ceramah di Kepolisian New York (NYPD). Beliau dihampiri oleh Walikota yang langsung menyampaikan ucapan "Ramadan Mubarak".
Penyambutan tersebut berlangsung penuh keakraban. Pelukan hangat dan rasa persaudaraan yang ditunjukkan menunjukkan sisi personal sang Walikota yang tidak berubah. Imam Shamsi Ali mengenang sosoknya sebagai pribadi yang tetap rendah hati, sama seperti saat pertama kali mengenalnya sebelum ia menjadi tokoh publik yang besar.
Makna "Insya-Allah" yang Menjadi Nyata
Dalam pertemuan tersebut, Imam Shamsi Ali menyampaikan salam dari komunitas Muslim dan memberikan undangan terbuka agar sang Walikota berkenan singgah di hari Idul Fitri.
"Jawaban beliau saat itu hanya 'Insya-Allah' dengan senyuman khasnya," tulis Imam Shamsi Ali.
Bagi banyak orang, ucapan "Insya-Allah" terkadang dianggap sebagai jawaban diplomatis yang berarti "belum tentu". Namun, dugaan itu meleset. Di hari Lebaran kemarin, masjid pertama yang dikunjungi oleh Walikota New York justru adalah masjid komunitas yang dipimpin oleh Imam Shamsi Ali.
Teladan Pemimpin yang Amanah
Kehadiran sang Walikota menjadi bukti nyata dari sifat Amanah. Menepati janji dengan kejujuran adalah ciri utama dari pemimpin yang baik. Meskipun memiliki agenda yang sangat padat sebagai pemimpin salah satu kota tersibuk di dunia, ia memilih untuk memprioritaskan janji yang ia buat secara personal.
"Semoga beliau dimudahkan dan dijaga oleh Allah SWT. Semoga pemimpin lainnya bisa berkaca pada sikap Walikota New York ini dalam memenuhi janji," tutup Imam Shamsi Ali dalam pesannya.
redaksi

