-->

PT Socfindo Bantah Isu Penggelapan CSR Kambing di Desa Lae Butar: Sebut Informasi Hoaks dan Tidak Berdasar

Aceh Singkil, KASTV — Jumat, 14 Agustus 2026
Manajemen PT Socfindo Kebun Lae Butar angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai penyaluran bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa 10 ekor kambing di Desa Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil.

Pihak perusahaan membantah keras tudingan mengenai salah sasaran hingga dugaan penggelapan bantuan tersebut. Manajemen PT Socfindo menilai informasi yang beredar merupakan informasi sepihak, tidak benar, dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Pengurus PT Socfindo Kebun Lae Butar menyatakan bahwa proses penyaluran bantuan CSR pada 29 Juni 2026 telah dilakukan sesuai ketentuan internal perusahaan serta menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

“Kami menyanggah keras narasi yang menyebutkan adanya penggelapan atau pengalihan bantuan. Tim CSR kami terus melakukan pemantauan berkala, dan saat ini 10 ekor kambing bantuan tersebut ada di lokasi, dalam kondisi sehat, dan dikelola langsung oleh kelompok penerima manfaat sesuai peruntukan awal,” ujar perwakilan Manajemen PT Socfindo dalam keterangan resminya.

Menanggapi surat dari Satgas PPA Wilayah Subulussalam-Singkil tertanggal Agustus 2026 yang mempertanyakan legalitas Kelompok Tani Malum Ate sebagai penerima manfaat, pihak manajemen menjelaskan bahwa proses verifikasi telah dilakukan sebelum bantuan disalurkan.

“Bantuan ini tidak diberikan secara asal-asalan. Kelompok Tani Malum Ate mengajukan proposal resmi yang diketahui, diverifikasi, dan direkomendasikan langsung oleh Pemerintah Desa Lae Butar. Dokumen legalitas dan administrasinya lengkap,” jelas pihak manajemen.

Sebagai bentuk transparansi, PT Socfindo menyatakan telah menyiapkan sejumlah dokumen pendukung terkait pendistribusian program CSR tersebut. Dokumen itu antara lain berkas legalitas kelompok dari desa, Berita Acara Serah Terima (BAST), serta dokumentasi kondisi terkini ternak yang berada di lapangan.

Pihak perusahaan juga menyayangkan adanya informasi yang dinilai keliru dan disebarluaskan tanpa terlebih dahulu melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan maupun pengecekan langsung ke lokasi.

Menurut manajemen, penyebaran narasi tersebut dapat merugikan komitmen perusahaan dalam menjalankan program CSR, khususnya upaya membantu peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perkebunan.

“PT Socfindo selalu terbuka terhadap masukan yang membangun. Namun, kami meminta semua pihak untuk bijak memilah informasi dan tidak menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya demi menjaga situasi kondusif di Desa Lae Butar,” pungkasnya.

Manajemen PT Socfindo menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan klarifikasi dan menunjukkan dokumen pendukung kepada pihak-pihak terkait apabila diperlukan.

(PT)

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

  • Menyiapkan slide berita kasuaritv.com...

نموذج الاتصال