![]() |
| Kepala Bapenda Kabupaten Muna, La Impres. |
MUNA , KASUARITV– Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Muna, La Impres, angkat bicara terkait tudingan miring dari segelintir pihak yang menyebut dirinya menyalahgunakan fasilitas negara (mobil dinas) untuk kepentingan operasional "dapur" pribadinya.
Dengan tegas, La Impres membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang beredar sama sekali tidak berdasar dan cenderung mengada-ada.
Saat dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Badan (Kaban) Pendapatan Muna ini menjelaskan kondisi riil fasilitas kendaraan dinas yang ada di instansinya. Jangankan untuk urusan pribadi, untuk operasional kedinasan sehari-hari pun mobil dinas tersebut sudah dalam kondisi rusak dan tidak layak jalan.
"Bagaimana mau pakai mobil dinas, mobil dinas kita di sini kondisinya sudah tapo-tapo (dialek Muna: sudah rusak/tidak layak pakai). Jangankan untuk urusan lain, untuk kerja sehari-hari saja saya selalu menggunakan mobil pribadi saya. Semua masyarakat Muna juga tahu itu," tegas La Impres.
Terkait keterlambatan dirinya memberikan respon terhadap isu ini, La Impres menjelaskan bahwa sejak kemarin hingga tadi malam dirinya sedang fokus mendampingi agenda kunjungan Menteri Kebudayaan di Kabupaten Muna.
Kegiatan yang berpusat di sekitar area Masjid Muna tersebut membuat komunikasi luar sempat terhambat akibat kendala jaringan seluler yang blank spot.
"Kemarin saya mendampingi Menteri Kebudayaan seharian penuh sampai jam 8 malam di Masjid Muna. Di sana memang tidak ada sinyal sama sekali. Begitu jam setengah 9 malam keluar dari lokasi baru jaringan masuk semua. Jadi bukan sengaja terlambat mengklarifikasi, tapi memang situasi di lapangan sedang ada agenda negara dan kendala sinyal," jelasnya.
Lebih lanjut, La Impres mengungkapkan bahwa demi menyukseskan dan menghormati kedatangan tamu negara tersebut, ia bahkan merelakan mobil pribadinya untuk digunakan oleh rombongan kementerian.
"Boro-boro pakai fasilitas negara untuk urusan pribadi, yang ada justru mobil pribadi saya yang dipakai untuk memfasilitasi rombongan menteri selama agenda di Muna," pungkasnya.
"Sedangkan mobilku juga ini sudah setengah tua, untung saja dia tidak mogok di jalan dengan rombongan kementrian," candanya sambil tersenyum menutup klarifikasinya. Minggu, (12/7/2026)
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, tudingan yang dialamatkan oleh sejumlah aktivis mengenai penyalahgunaan APBD dan aset dinas di Bapenda Muna terbukti tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan.
redaksi
