MUNA, kasuaritv – Ironi melanda Dinas Pendapatan Daerah (Dispemda) Kabupaten Muna. Belum lama ini gencar menyuarakan komitmen untuk mencegah kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), instansi tersebut kini justru diterpa isu tak sedap terkait dugaan penyalahgunaan fasilitas negara.
Warga melaporkan adanya dugaan pemanfaatan kendaraan dinas operasional milik Dispemda Kab. Muna untuk kepentingan pribadi. Mobil berplat merah tersebut diduga kuat dialihkan fungsinya untuk mendukung operasional bisnis kuliner atau "dapur" pribadi milik Kepala Dispemda, La Impres.
Laporan dari masyarakat ini langsung memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa dan pemuda di Sulawesi Tenggara. Pemanfaatan aset daerah untuk urusan privat dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran dan tindakan yang mencederai kepercayaan publik.
Menanggapi ramainya laporan warga tersebut, aktivis kampus di Sultra angkat bicara dan menuntut tindakan tegas dari aparat penegak hukum.
"Ini adalah sebuah ironi dan preseden buruk. Di satu sisi bicara soal pencegahan kebocoran APBD, namun di sisi lain ada dugaan aset yang dibiayai uang rakyat justru digunakan untuk memperkaya diri atau memfasilitasi bisnis pribadi," ungkap Umul Loga, perwakilan Aktivis Kampus.
Pihaknya mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara untuk segera turun tangan memanggil dan memeriksa Kepala Dispemda Muna, La Impres. Menurutnya, pembiaran terhadap kasus-kasus kecil seperti penyalahgunaan kendaraan dinas adalah pintu masuk bagi tindak pidana korupsi yang lebih besar.
Aktivis kampus menegaskan tidak akan tinggal diam jika laporan dan aspirasi masyarakat ini diabaikan oleh penegak hukum. Mereka menuntut keadilan transparan tanpa pandang bulu.
"Kami meminta Kejati Sultra segera memeriksa La Impres dan memproses hukum secara tegas. Jika Kejati Sultra tidak segera memeriksa Kadis Dispemda Muna, kami berkomitmen akan menggelar aksi besar-besaran dan memblokir Kejaksaan Tinggi," tegas Umul Loga. Sabtu, (11/7/2026)
Hingga berita ini ditayangkan Kepala DISPENDA Kabupaten Muna, La Impres belum memberikan jawaban atas konfirmasi media., media terus berusaha meminta tanggapan yang bersangkutan dan membuka ruang sanggahan.
redaksi
