-->

Tolak Audiensi Mahasiswa, Pimpinan PT Masinta Petro Naga Dituding Sembunyikan Dugaan Pelanggaran Distribusi BBM



SORONG, KASUARITV — Sikap acuh dan penolakan audiensi yang ditunjukkan oleh pimpinan PT Magsinton Petro Naga Benarindo Nusantara memantik kekecewaan keras dari kalangan mahasiswa. Ketidakmauan pihak perusahaan untuk menemui perwakilan mahasiswa menguatkan dugaan adanya indikasi kecurangan dalam praktik penyediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Sorong.

​Ketua HMI Kota Sorong, Mukhlis, menyatakan bahwa dua hari lalu pihaknya telah resmi melayangkan surat permohonan audiensi guna mengklarifikasi sejumlah persoalan krusial terkait tata kelola BBM. Namun, alih-alih menyambut ruang dialog, pihak perusahaan justru terkesan mengabaikan bahkan mempersilakan surat permohonan tersebut ditarik kembali.

​"Kami datang dengan niat baik dan cara resmi melalui surat audiensi untuk melakukan dialog secara terbuka, tertib, dan konstruktif. Namun sangat disayangkan, pihak PT Magsinton Petro Naga tidak melayani dengan baik dan terkesan enggan menemui mahasiswa. Sikap tertutup ini makin menguatkan dugaan kami bahwa ada hal serius yang sengaja disembunyikan oleh pihak perusahaan," tegas Mukhlis.

​Mukhlis menjelaskan, ada tiga poin inti yang dipertanyakan oleh mahasiswa dan ingin diklarifikasi secara langsung kepada pimpinan PT Magsinton Petro Naga Benarindo Nusantara, yaitu:

  • Kejelasan Asal-usul BBM: Kepastian dokumen Delivery Order (DO) dari Pertamina beserta lampiran Surat Jalan resmi.
  • Legalitas Perizinan Usaha: Kelengkapan izin usaha niaga BBM yang dikeluarkan resmi oleh Kementerian ESDM dan/atau BPH Migas.
  • Kesesuaian Kontrak dan Tujuan: Validasi tujuan penyaluran serta kontrak kerja sama dengan pihak pabrik/industri yang sesuai dengan dokumen DO.

​Poin-poin tersebut krusial untuk menguji transparansi perusahaan, mengingat adanya ketimpangan harga antara BBM Subsidi (Rp6.800) dan BBM Industri (Rp12.500 – Rp13.500) yang rawan disalahgunakan jika tanpa pengawasan dan izin yang sah.

​Menanggapi penolakan ini, HMI Kota Sorong bersama elemen aliansi mahasiswa menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihaknya tengah mematangkan konsolidasi dan langkah pergerakan lanjutan untuk mendesak transparansi serta mengusut tuntas dugaan penyimpangan distribusi BBM di wilayah Sorong.

​"Jika ruang dialog tidak diindahkan dan perusahaan memilih tertutup, maka jangan salahkan jika mahasiswa mengambil sikap tegas dan turun ke jalan demi mengawal hak-hak masyarakat," pungkas Mukhlis. Sabtu, (15/8/2026)

​Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih terus berusaha menghubungi pihak pimpinan PT Magsinton Petro Naga Benarindo Nusantara guna meminta klarifikasi dan tanggapan resmi terkait permohonan audiensi serta dugaan yang disuarakan oleh Aliansi Mahasiswa tersebut.


Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

  • Menyiapkan slide berita kasuaritv.com...

نموذج الاتصال