Aceh Singkil, KASTV –Senin 06 Juli 2026 Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui pengendalian inflasi yang efektif serta mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Komitmen tersebut disampaikan usai menghadiri High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi dan Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah Aceh Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Harmoni, Kota Langsa, Senin (6/7/2026).
Pertemuan strategis itu dihadiri seluruh bupati dan wali kota se-Aceh serta dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, S.IP., MPA. Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi lintas pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi menghadapi tantangan ekonomi, khususnya menjaga laju inflasi dan mempercepat transformasi digital di berbagai sektor pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Sekda Aceh menegaskan bahwa pengendalian inflasi memerlukan langkah nyata dan terukur melalui kolaborasi antarpemerintah daerah. Upaya tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini, S.E., M.Si., memaparkan berbagai strategi pengendalian inflasi yang terintegrasi dengan percepatan digitalisasi daerah. Menurutnya, digitalisasi merupakan instrumen penting untuk meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan, memperkuat transparansi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Aceh, Agus Andria, SST., M.Si., menjelaskan perkembangan inflasi terkini serta menyoroti pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan bahwa sensus tersebut akan menjadi landasan penyediaan data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Forum berlangsung dinamis melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para kepala daerah menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di wilayah masing-masing, mulai dari stabilitas harga bahan pokok, distribusi komoditas, hingga percepatan digitalisasi layanan pemerintahan. Mereka juga saling bertukar pengalaman dan solusi yang dapat diterapkan secara kolaboratif.
Usai mengikuti kegiatan, Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga terkait, dan masyarakat.
"Stabilitas harga merupakan salah satu kunci menjaga daya beli masyarakat. Karena itu, koordinasi yang baik antar seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar perekonomian daerah tetap tumbuh dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," ujarnya.
Terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Bupati juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat Aceh Singkil untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan data yang benar, lengkap, dan akurat kepada petugas sensus.
"Data yang berkualitas akan menghasilkan kebijakan yang berkualitas. Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah sehingga program pembangunan dapat disusun secara tepat sasaran, mampu meningkatkan daya saing daerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh Singkil yang berkelanjutan," tutup Bupati. (PT)