Sensus Ekonomi Tambrauw Dipertanyakan, Pasar Rakyat Saja Belum Berjalan Maksimal

 


TAMBRAUW, KASUARITV – Klaim keberhasilan ekonomi yang belakangan disampaikan Pemerintah Kabupaten Tambrauw kembali menuai pertanyaan dari masyarakat. AP2 Indonesia menilai dasar penilaian ekonomi daerah perlu dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah publik.

Pembina AP2 Indonesia, Hasanuddin Kansi, mengatakan bahwa salah satu indikator yang lazim digunakan dalam melihat aktivitas ekonomi masyarakat adalah perputaran perdagangan, aktivitas usaha rakyat, serta dinamika pasar sebagai pusat transaksi ekonomi.

Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui sektor mana yang menjadi dasar sehingga Kabupaten Tambrauw memperoleh berbagai penilaian positif di bidang ekonomi dan ketenagakerjaan.

"Sensus ekonomi itu bertujuan memotret kondisi ekonomi masyarakat secara riil. Pertanyaannya, aktivitas ekonomi yang dimaksud berada di sektor mana? Pasar rakyat yang menjadi pusat perputaran ekonomi masyarakat saja masih menjadi keluhan warga di berbagai wilayah," ujar Hasanuddin.

Ia menilai pemerintah daerah perlu menjelaskan secara terbuka indikator-indikator yang digunakan dalam berbagai laporan ekonomi yang disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Publik berhak mengetahui dasar penilaiannya. Apakah pertumbuhan ekonomi berasal dari aktivitas usaha masyarakat, perdagangan, UMKM, pertanian, atau hanya didorong oleh belanja pemerintah dan aktivitas birokrasi. Ini harus dijelaskan agar masyarakat tidak bingung melihat perbedaan antara data dan kenyataan yang mereka rasakan setiap hari," katanya.

AP2 Indonesia juga mempertanyakan bagaimana kondisi ekonomi masyarakat dapat dinilai berkembang pesat apabila sejumlah fasilitas pendukung aktivitas ekonomi rakyat masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

"Kalau ekonomi rakyat benar-benar tumbuh, tentu masyarakat akan melihat aktivitas perdagangan yang semakin ramai, usaha-usaha baru bermunculan, daya beli meningkat, dan hasil produksi masyarakat lebih mudah dipasarkan. Itu yang ingin dilihat rakyat, bukan sekadar angka dalam laporan," tegas Hasanuddin.

Lebih lanjut, AP2 Indonesia mendesak pemerintah daerah membuka data dan hasil evaluasi ekonomi secara transparan agar dapat diuji oleh publik dan berbagai pihak independen.

"Rakyat tidak hidup dari penghargaan dan infografis. Rakyat hidup dari pasar yang bergerak, hasil kebun yang terjual, usaha yang berkembang, dan lapangan kerja yang benar-benar tersedia. Di situlah ukuran keberhasilan ekonomi yang sesungguhnya," tutup Hasanuddin.

#AP2Indonesia #Tambrauw #SensusEkonomi #TransparansiData #EkonomiRakyat

Lebih baru Lebih lama

Translate

Total Tayangan Halaman

نموذج الاتصال

BADAN HUKUM
BADAN HUKUM PT. ILYASA PRATAMA MEDIA, IZIN KEMENKUMHAM: AHU-018493.AH.01.30.Tahun 2022, NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2505220049434, REG ID DEWAN PERS: 24123
//") //]]>