SULTRA, kasuaritv.com _ Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari sekaligus menyukseskan perhelatan akbar UCLG ASPAC 2026, La Ode Hasanuddin Kansi (LHK) melontarkan kritik tajam sekaligus dorongan kepada Pemerintah Kota Kendari. LHK mendesak agar sektor pendidikan—yang seharusnya menjadi kawah candradimuka bagi anak bangsa—dibersihkan dari noda-noda birokrasi yang selama ini menjadi rahasia umum.
LHK menegaskan bahwa usia 195 tahun bukanlah sekadar angka seremoni, melainkan momentum untuk memutus mata rantai Pungutan Liar (Pungli) dan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kerap dilakukan di balik layar.
Dana BOS Bukan "Dana Cadangan" Pribadi: LHK menyoroti adanya indikasi pengelolaan Dana BOS yang jauh dari kata transparan. Ia meminta Walikota untuk tidak memberi ruang bagi oknum kepala sekolah atau pengelola yang menjadikan anggaran pendidikan sebagai ladang memperkaya diri.
Pungli Berkedok Infaq atau Seragam: "Jangan ada lagi 'pemalakan' terhadap orang tua siswa dengan dalih uang pembangunan, uang kursi, hingga seragam yang harganya selangit. Ini bukan mendidik, ini memeras!" tegas LHK dengan nada bicara yang tajam.
Sebagai pendiri Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia, sosok yang dijuluki Aktivis Tanpa Gelar (ATG) ini mengaku sudah mengantongi tumpukan bukti kejanggalan di lapangan.
"Kami sudah melapor ke Aparat Penegak Hukum (APH), DPRD, hingga ke meja Pemkot. Kami tidak main-main. Di momentum istimewa ini, kami minta Walikota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, untuk mengambil tindakan radikal: Copot para pelaku pungli dan audit total alokasi dana pendidikan!"
Menghadapi Tahun Ajaran 2026, LHK memberikan solusi konkret agar Kota Kendari benar-benar menjadi barometer di Sulawesi Tenggara:
Subsidi Seragam: Pemkot didorong menganggarkan khusus pengadaan seragam bagi siswa kurang mampu agar tidak ada lagi anak bangsa yang putus sekolah karena kendala biaya kain.
Transparansi Digital: Menuntut sistem pelaporan Dana BOS yang dapat diakses publik secara daring (online) guna menutup celah manipulasi data.
Kota Kendari adalah wajah Sulawesi Tenggara. Di usianya yang hampir dua abad, sejarah perjuangan para pendahulu jangan sampai dikhianati oleh tangan-tangan jahil yang merusak moral pendidikan. Sudah saatnya Kendari menjadi contoh nyata bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya milik mereka yang berduit, tapi hak mutlak seluruh anak bangsa
