SIDOARJO || KASTV - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali arah dan kualitas pendidikan di Indonesia. Di tengah dinamika global, penguatan karakter dan integritas moral dinilai menjadi pilar utama yang mendesak untuk mendampingi kecerdasan intelektual siswa.
Filosofi luhur yang diwariskan oleh Ki Hadjar Dewantara—Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani—ditegaskan kembali sebagai kompas utama dalam mencetak generasi penerus. Pendidikan di era modern tidak lagi sekadar tentang transfer ilmu di ruang kelas, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban bangsa yang adil dan beradab.
Dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari adaptasi teknologi digital yang masif hingga isu pemerataan akses pendidikan berkualitas. Hardiknas 2026 mengusung semangat untuk melahirkan generasi yang adaptif terhadap masa depan, namun tetap memegang teguh identitas serta akar budaya bangsa.
Sinergi antara literasi akademik, penguatan karakter, dan integritas moral dipandang sebagai fondasi mutlak. Tanpa moralitas yang kuat, penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan justru berisiko disalahgunakan.
Praktisi hukum sekaligus pendiri Bramada & Associates Law Office, Bramada Pratama Putra, S.H., CPLA, turut menyoroti relevansi pendidikan dengan penegakan hukum dan keadilan sosial di masa depan. Menurutnya, sistem pendidikan yang sehat adalah kunci utama untuk mewujudkan kepastian hukum.
"Pendidikan adalah kunci utama kemajuan bangsa. Namun, kecerdasan intelektual saja tidaklah cukup. Di momen Hari Pendidikan Nasional ini, harapan besar kita adalah terwujudnya sistem pendidikan yang secara konsisten mampu melahirkan generasi Indonesia yang unggul, berakhlak mulia, dan memiliki integritas yang kokoh," ujar Bramada.
Lebih lanjut, Bramada menegaskan bahwa perpaduan antara kecerdasan dan moralitas akan menjadi motor penggerak Indonesia di panggung global.
"Melalui kombinasi ilmu yang mencerdaskan, karakter yang membentuk kepribadian, serta integritas yang menguatkan moral, kita dapat bersama-sama membangun Indonesia yang jauh lebih maju, adil, dan berdaya saing di kancah internasional," tambahnya.
Peringatan Hardiknas 2026 menjadi pengingat penting bagi pemerintah, lembaga pendidikan, praktisi hukum, hingga masyarakat luas bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab kolektif.
Dengan memperkuat landasan pendidikan yang bertumpu pada kecerdasan dan integritas, cita-cita menuju Indonesia Emas bukan lagi sekadar visi di atas kertas, melainkan sebuah kepastian yang sedang diperjuangkan bersama.(*)
