Malintang - Kisruh lembaga pendidikan Islam MTs GUPPI Malintang yang dinilai makin amburadul, seolah tak henti menuai sorotan tajam dari sejumlah kalangan. Sebelumnya diberitakan, bahwa Kepala MTs GUPPI Malintang dinilai jarang hadir ke sekolah, kemudian legalitas dan keabsahan pengangkatan Amir Mahmud sebagai Kepala Madrasah dinilaii janggal, tidak prosedural dan diduga cacat hukum, kini persoalan lainnya merambah ke penggunaan dana BOS yang diduga bermasalah, tidak transparan dan berpotensi rawan korupsi.
Dugaan tidak transparansi tsb makin terlihat jelas, ketika para awak media mendatangi madrasah tsb namun tidak ditemukan papan informasi rencana kerja dan anggaran penggunaan dana BOS di area yang mudah diakses publik sesuai aturan juknis Kemenag
Menyikapi hal ini, sejumlah warga yang berada disekitar madrasah mengungkapkan keheranan dan kegeramannya.
"Dana BOS ini bersumber dari keuangan negara, bukan uang pribadi saudara Amir atau urusan internal madrasah. Penggunaan Dana BOS harus dikelola secara akuntabel, transparan, efektif, tepat sasaran dan terbuka. Jangan ada yang ditutupi" ujar salah seorang warga bermarga Lubis yang enggan disebutkan namanya kepada pers (11/05)
Kejanggalan Dana BOS di institusi pendidikan bercorak islam ini makin aneh, ketika awak media juga menemukan fakta mengejutkan, pertama Kepala MTs diduga kuat tidak pernah membuat tim pengelola dana BOS. Kedua, tidak pernah melibatkan dewan guru dan komite madrasah dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran Madrasah (RKAM), Ketiga, Kepala Madrasah juga diduga "wan man show/main sendiri", tidak transparan dalam pengelolaan Dana BOS.
Sehingga indikasi kuat berkembang pada dugaan sejumlah nota belanja yang mark up, belanja fiktif, atau menganggarkan kegiatan pembangunan yang tidak dilaksanakan serta pembelanjaan yang tidak sesuai aturan sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.
"Kami minta aparat penegak hukum baik Polres atau Kejaksaan serta Kemenag Madina segera melakukan pemanggilan kepada ybs serta melakukan serangkaian penyelidikan intensif terkait penggunaan dana BOS yang dinilai bermasalah. Jangankan melibatkan dewan guru, sedangkan Komite Madrasah saja sampe sekarang tidak pernah ada. Bendahara madrasah juga mungkin hanya sekadar pajangan nama, dan tidak difungsikan" tegas wali siswa bermarga batubara menambahkan.
Indikasi pengelolaan Dana BOS yang bermasalah kemudian diperparah dengan pemeliharaan sarana prasarana sekolah yang sangat jauh dari kata layak untuk fasilitas pendidikan.
Sejumlah temuan awak media menguraikan fakta tidak adanya sumber air di faslitas kamar mandi madrasah, sejumlah asbes dalam kondisi rusak parah dan bolong, mobiuler meja dan kursi dalam jumlah yang banyak dalam kondisi rusak parah dan tidak layak pakai, sejumlah jendela kaca yang pecah dan membahayakan, kondisi madrasah yang terlihat kumuh dan tidak terawat, papan tulis masih menggunakan kapur, struktur pengurus madrasah sudah puluhan tahun tak pernah diganti, kedisiplinan madrasah yang turun drastis, suasana madrasah yang jauh dari nilai kekeluargaan, kepemimpinan Amir Mahmud yang dinilai arogan dan tidak demokratis dan sejumlah persoalan lainnya
Sejumlah warga, menyatakan telah lama "berdiam diri" menyaksikan kemerosotan di Madrasah ini namun enggan bersuara karna menganggap masih satu kampung dengan Kepala MTs Amir Mahmud. Namun saat ini, warga telah lama resah dan harus bersuara karna pengelolaan madrasah dinilai makin hancur.
"Kami meminta Amir Mahmud untuk secara sadar dan legowo mengundurkan diri dari jabatan Kepala MTs GUPPI Malintang yang keabsahannya juga diragukan warga. Saudara Amir Mahmud dinilai tidak "amanah ", tidak cakap, dan tidak punya kemampuan memimpin, tapi malah jadi sumber biang kerok kemunduran madrasah ini" ungkap warga tsb.
Sepengetahuan dia, sejak Agustus 2025 Amir Mahmud telah mendaulat dirinya sendiri sebagai Kepala MTs GUPPI, tanpa melalui prosedur resmi, tidak ada rapat yayasan, BPD, Kades, Wali Murid dan Dewan Guru. Tapi toh, hnya kemunduran drastis dan kemerosotan madrasah yang ada.
Untuk itu dia mengungkapan, mundur sebagai Kepala Madrasah adalah solusi terbaik bagi Amir Mahmud
"Demi kebaikan madrasah dan agar tidak ada lagi masalah. Tidak ada kata lain, saudara Amir Mahmud harus segera mundur dan meletakkan jabatan. Itu tak bisa ditawar lagi. Mohon hargai aspirasi warga ini" ungkap sumber bermarga nasution yang diiyakan oleh sejumlah warga lainnya.
Menurut dia secara pribadi, mungkin lebih baik orang luar Desa Malintang yang jadi pimpinan MTs ini tapi memiliki niat ikhlas, dedikasi, pengalaman lama menjadi guru di madrasah ini, ketimbang orang seperti Amir Mahmud biarpun orang kampung Malintang sendiri tapi tidak amanah, tidak bisa menghargai, tidak menjaga atau memperbaiki madrasah dikampungnya sendiri. "Alangkah lebih baik, Pj Kades, BPD, Wali Murid, Dewan Guru dan masyarakat Malintang segera menggelar rapat untuk membentuk pengurus Yayasan baru yang sebelumnya tidak pernah ada, dan segera mengganti Amir Mahmud sebagai Kepala MTs GUPPI Malintang' ungkap Nasution yang diiringi kata setuju dari sejumlah warga lain.
(Magrifatulloh).
