BATU || KASTV - Pemerintah Desa (Pemdes) Sidokerto, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terus berupaya mematangkan tata kelola pemerintahan dan kualitas layanan publik. Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk "Sinergitas antara Pemerintahan dan Lembaga Desa dalam rangka Optimalisasi Pelayanan Masyarakat Desa" yang digelar di Grand City Hotel, Kota Batu, Sabtu-Minggu (18-19 April 2026).
Kegiatan strategis ini melibatkan seluruh elemen desa, mulai dari Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua RW/RT, TP-PKK, LPMD, Karang Taruna, hingga tokoh masyarakat.
Bimtek ini menghadirkan narasumber otoritas, di antaranya Camat Buduran yang membedah arah kebijakan kewilayahan, serta perwakilan Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo yang fokus pada aspek regulasi dan fungsi pengawasan.
Plt. Kepala Desa Sidokerto, Kusnan, S.A.P., menegaskan bahwa keselarasan visi antarlembaga adalah harga mati untuk kemajuan desa. Ia meminta seluruh peserta meninggalkan ego sektoral demi kepentingan warga.
"Kegiatan ini merupakan momentum vital bagi kami untuk menyatukan frekuensi. Sinergitas antara pemerintah desa dan seluruh lembaga desa adalah kunci utama. Kita ingin memastikan setiap kebijakan benar-benar berdampak pada optimalisasi pelayanan masyarakat. Tidak boleh ada ego sektoral, semua harus bergerak dalam satu irama," tegas Kusnan.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari Elok Suciati, S.H., Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo mengingatkan pentingnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan desa. Menurutnya, lembaga desa harus menjadi mitra yang kritis namun solutif.
"Lembaga desa seperti BPD dan LPMD harus memahami fungsi pengawasan dan aspirasi secara mendalam. Bimtek ini adalah sarana memperdalam regulasi agar koordinasi dengan perangkat desa berjalan selaras, transparan, dan sesuai target pembangunan daerah," jelasnya dalam sesi materi.
Tak hanya dijejali materi regulasi yang bersifat kaku, pada hari kedua, peserta mengikuti senam pagi dan fun outbound. Agenda ini bertujuan membangun chemistry dan kerja sama tim (team building) agar koordinasi di lapangan nantinya lebih cair dan solid.
Rangkaian acara yang dimulai sejak titik kumpul di Makam Auli’a Sono hingga sesi materi malam hari ini menunjukkan kedisiplinan tinggi dari para peserta. Melalui penguatan kapasitas ini, Pemdes Sidokerto berkomitmen menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, responsif, dan akuntabel bagi seluruh warga. (*)
