SIDOARJO || KASTV – Eskalasi politik di tingkat akar rumput menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di 80 desa wilayah Kabupaten Sidoarjo mulai mendapat perhatian serius. Menanggapi dinamika tersebut, tokoh pemuda Sidoarjo, Bramada Pratama Putra, S.H., CPLA, menyerukan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah demi keberlanjutan pembangunan.
Bramada menegaskan bahwa pesta demokrasi di level desa seringkali memicu tensi tinggi yang berisiko memecah belah warga. Melalui gerakan Pemuda Bersatu Sidoarjo Maju, ia menekankan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan hal lumrah yang tidak boleh merusak tatanan persaudaraan.
Dalam sosialisasinya, Bramada merumuskan enam poin krusial yang diharapkan menjadi panduan warga selama proses pemilihan berlangsung, Melawan segala bentuk fitnah dan penyebaran berita bohong (hoaks).Tetap harmonis tanpa memandang perbedaan pilihan politik. Menjamin lingkungan desa tetap aman dan tertib. Menghormati perbedaan pendapat dengan sikap lapang dada. Menempatkan persatuan di atas kepentingan faksi. Bergotong-royong membangun desa setelah kontestasi berakhir.
Bramada, yang juga dikenal aktif dalam berbagai advokasi sosial di Kota Delta, berharap Pilkades tahun ini menjadi bukti kematangan berpolitik masyarakat Sidoarjo. Ia mengingatkan bahwa residu konflik pasca-pemilihan seringkali menghambat kemajuan desa jika tidak diantisipasi sejak dini.
"Pilkades adalah hajat besar masyarakat desa untuk menentukan masa depan kepemimpinan di wilayahnya. Harapan saya, momentum ini tidak justru menjadi pemecah belah," ujar Bramada saat ditemui media, Rabu (29/4).
Ia menambahkan bahwa peran pemuda sangat sentral sebagai penengah dan penjaga ketertiban di desa masing-masing.
"Kita harus ingat bahwa setelah kontestasi selesai, kita masih bertetangga, masih bersaudara. Saya menghimbau kepada seluruh pemuda dan elemen masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban. Mari kita wujudkan Pilkades yang damai, jujur, dan bermartabat demi Sidoarjo yang lebih hebat," tegasnya.
Narasi Kita Semua Bersaudara yang digaungkan bukan sekadar slogan semata, melainkan ajakan konkret agar 80 desa yang menggelar Pilkades tetap fokus pada tujuan utama: melahirkan pemimpin berkualitas tanpa meninggalkan konflik sosial yang berkepanjangan.
Dengan semangat Aman, Tertib, Kondusif, Bersatu, dan Bermartabat, gerakan ini diharapkan mampu mengawal proses demokrasi tingkat desa hingga pelantikan kepala desa terpilih nanti. (*)
