SIDOARJO || KASTV - Delapan dekade sudah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengudara sebagai garda terdepan penjaga ruang udara Nusantara. Peringatan HUT ke-80 tahun ini menjadi momentum krusial bagi korps baret biru untuk merefleksikan pengabdian sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan geopolitik yang kian dinamis.
Mengusung tema "Adaptif, Modern, dan Profesional di Cakrawala," perayaan tahun ini menyoroti akselerasi modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini merupakan bagian dari visi besar mewujudkan Angkatan Udara yang disegani di kawasan regional.
Di tengah pergeseran paradigma peperangan yang kini mengarah pada cyber-warfare dan penggunaan pesawat tanpa awak (drone) canggih, TNI AU terus melakukan langkah strategis. Integrasi pesawat tempur generasi terbaru serta penguatan sistem radar nasional menjadi bukti nyata bahwa kedaulatan udara adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar.
Selain aspek pertahanan, jati diri TNI AU sebagai pelindung rakyat juga kian kokoh melalui keterlibatan aktif dalam misi kemanusiaan, penanggulangan bencana, hingga pengamanan wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.
Momentum bersejarah ini mendapat apresiasi luas, khususnya di wilayah strategis seperti Sidoarjo, yang merupakan salah satu basis pangkalan udara utama di Jawa Timur. Dukungan terhadap transformasi TNI AU mengalir dari berbagai elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan.
Selamet Joko Anggoro, Pembina Grib Jaya Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sidoarjo, menekankan pentingnya sinergitas antara TNI AU dan masyarakat sipil dalam menjaga stabilitas nasional.
"Delapan puluh tahun adalah usia yang matang sekaligus penuh tantangan. Kami melihat TNI AU terus bertransformasi menjadi kekuatan yang bukan hanya menakutkan bagi lawan, tapi juga menenangkan bagi rakyat. Di Sidoarjo, sinergi antara TNI AU dengan elemen masyarakat sudah terjalin sangat baik," ujar Selamet Joko Anggoro dalam keterangannya. Kamis, 9/4/26.
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan yang progresif, TNI AU diharapkan mampu mempertahankan integritas wilayah udara di tengah ketidakpastian global.
"Harapan kami di Grib Jaya DPC Sidoarjo, semoga TNI AU semakin tajam dalam pengawasan, akurat dalam tindakan, dan selalu faktual dalam pengabdiannya kepada bangsa. Selamat HUT ke-80, kepakkan sayapmu lebih tinggi untuk Indonesia Maju," pungkasnya.
Peringatan HUT ke-80 ini diharapkan menjadi tonggak inovasi berkelanjutan. Dengan rencana integrasi teknologi Kecerdasan Buatan (AI) serta penguatan intelijen udara, TNI AU diproyeksikan menjadi tulang punggung pertahanan negara yang tak tergoyahkan, siap menghadapi ancaman konvensional maupun asimetris di masa depan.(*)
