VIDEO TERBARU

LIVE STREAMING MAKKAH

BREAKING NEWS
Selamat Datang di Kasuari TV Indonesia - Menyajikan Informasi Terkini Dari Seluruh Nusantara - Makkah Live HD Sekarang Tersedia!
SUBSCRIBE KASUARI TV INDONESIA

DPP AP2 Indonesi Desak Mabes Polri Dan Dewan Pers Turun Tangan Atas Kasus Pemukulan Wartawan Di SBD


JAKARTA, LASUARITV.COM _ Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Pemuda dan Pelajar (AP2) Indonesia Mendesak Mabes Polri Dan Dewan Pers Turun Langsung untuk Mengawal Kasus Pemukulan Terhadap Wartawan Di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) segera Menangkap Pelaku. 

Korban Pemukulan Wartawan bernama Gunter Meha terjadi pada saat melakukan tugas peliputan kunjungan Menteri Kesehatan di Rumah Sakit Umum Radabolo Pada Kamis, tgl 23/4/2026. Beberapa media ikut meliputi semua kegiatan kunjungan Menteri dan Gubernur dalam rangka meninjau langsung pembangunan rumah sakit yang baru dan melihat langsung kesiapan fasilitas yang ada.

Setelah semua proses peliputan kunjungan masih dalam area RS Radabolo tiba-tiba salah satu wartawan mengalami kena pukul dari beberapa orang. Gunter sebagai korban menuturkan di hadapan Anggota Polres menyebut ada salah satu warga yang di kenal bernama Aste, waktu kejadian pelaku menggunakan kemeja putih dan satu lagi pakai baju hitam serta ada banyak yang pukul dari belakang, Gunter menyampaikan tidak kenal semua yang pelakunya,tuturnya di hadapan anggota pada saat pengambil keterangan malam ini.

Plh Ketua Umum DPP AP2 Indonesia, Yasir Mukadir Menjelaskan, Perbuatan Tersebut Adalah Pidana Murni Dan Harus Segera Ditangkap Pelakunya. Jika Tidak, kami akan Datangi dan Demi Besear besaran di Mabes Polri

Dan Jika Ini Terus Dibiarkan, maka Dunia pers kabupaten Sumba Barat Daya terancam darurat akibat ancaman dan pemukulan dari oknum-oknum tertentu, sepertinya ada keinginan menghambat proses peliputan berita, ada upaya bungkam lewat krucu-krucu bagian dari staf pemerintah, ada oknum tertentu mencari panggung lewat perbuatan konyol dengan melakukan pemukul keji kepada wartawan Media TipikorInvestigasiNews.id, Gunter Meha, Kamis 23 April 2026.

Kejadian brutal itu dialami oleh Gunter Meha. Saat melakukan tugas jurnalistik dengan meliput situasi kunjungan Menteri Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Melki Laka Lena di RUSD Reda Bolo.

Namun beberapa oknum tertentu yang diduga P3K, secara spontan dan sadis melakukan pengancaman, pelarangan terhadap wartawan untuk tidak meliput sampai terjadi pemukulan dan tendangan dengan di sertai ancaman kasar kepada wartawan tersebut.

“Saya juga ditendang hingga terjatuh” Kata Gunter

Tidak hanya itu, pelecehan profesi wartawan juga dilakukan dengan merampas HP korban, ketika berupa merekam moment hitam itu.

“Bahkan handphone saya dirampas ketika hendak memvideokan peristiwa itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya saat ini sedang melaporkan aksi itu di Markas Polres SBD, untuk mengambil langkah hukum atas perbuatan sejumlah pelaku .

“Saya berharap kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku” Ungkap Gunter Meha.

Sampai berita ini di tayangkan pihak terduga pelaku belum di hubungi alasan tidak ada nomor HP dan alamat rumah belum pernah ketemu.juga pihak Polres SBD belum memberikan keterangan resmi.

Salah satu ketua kelompok Tani dari Pantai Utara bernama Agustinus Wakur Kaka menghubungi Media ini menyampaikan segala sesuatu kepada Wartawan tidak boleh pakai kekerasan, Kalau ada yang informasinya yang menurut pelaku terkait berita yang tidak sesuai dengan keinginan disampaikan kepada media tersebut untuk di klarifikasi, Agus mengecam terhadap pelaku pemukulan terhadap wartawan harus di proses secara hukum agar duduk persoalan dapat terungkap,lanjutnya jaman ini tidak ada lagi kekerasan, jelasnya

Yasir Menambahkan, Kejadian Tersebut Sangat Aneh Dimana Saat Agenda kunjungan kerja Menteri Kesehatan RI dan Gubernur NTT di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Reda Bolo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Kok berakhir ricuh. Bahkan Seorang jurnalis dari media Tipikorinvestigasinews.id, Gunter Guru Ladu Meha, menjadi korban dugaan penganiayaan dan intimidasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK). Yasir Berharap, Kejadian Ini Juga merupakan Pintu Masuk APH untuk menelusuri Ada apa Hingga Pihak Rumah Sakit diduga Menggunakan preman? Hingga nsiden kekerasan ini mengakibatkan korban mengalami luka-l

Lebih baru Lebih lama

JSON Variables

World News

نموذج الاتصال

BADAN HUKUM
BADAN HUKUM PT. ILYASA PRATAMA MEDIA, IZIN KEMENKUMHAM: AHU-018493.AH.01.30.Tahun 2022, NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB): 2505220049434, REG ID DEWAN PERS: 24123
//") //]]>