Nuzululquran 1447 H: Slamet Joko Anggoro Tegaskan Al-Qur’an sebagai Kompas Moral Kader GRIB JAYA Sidoarjo

SIDOARJO ||  KASTV - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) JAYA Kabupaten Sidoarjo memanfaatkan momentum Nuzululquran 1447 H sebagai titik balik penguatan spiritualitas dan soliditas organisasi. Organisasi di bawah komando Hercules Rozario Marshal ini meneguhkan komitmen untuk membumikan nilai-nilai religius ke dalam aksi nyata kemasyarakatan, Sabtu (7/3/2026).

​Rangkaian peringatan turunnya mukjizat Al-Qur'an ini diawali dengan prosesi ziarah khidmat ke makam ulama kharismatik, KH Mas’ud (Mbah Ud), di Desa Pagerwojo. Ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kedamaian di Bumi Jenggolo.

​Suasana spiritual semakin kental saat memasuki sesi tawasulan. Di bawah tuntunan Gus Lutfi, lantunan selawat bergema memecah keheningan, menciptakan atmosfer yang teduh sekaligus emosional bagi puluhan kader yang hadir. Gus Lutfi kemudian memimpin doa bersama, memohon keberkahan bagi bangsa serta kekuatan bagi keluarga besar GRIB JAYA Sidoarjo agar tetap istiqamah dalam garis perjuangan yang benar.

​Pembina DPC GRIB JAYA Sidoarjo, Slamet Joko Anggoro, dalam orasinya menegaskan bahwa Nuzululquran tidak boleh terjebak dalam seremoni sejarah semata. Ia menginstruksikan seluruh kader untuk menjadikan Al-Qur'an sebagai standar moral tertinggi dalam setiap pergerakan organisasi.

​"Nuzululquran bukan sekadar peringatan sejarah. Ini adalah momentum refleksi, sejauh mana Al-Qur'an telah menjadi peta jalan dalam tindakan nyata kita?" ujar Slamet Joko Anggoro dengan nada tegas.

​Slamet menekankan tiga pilar utama yang wajib dipegang teguh oleh setiap kader, Mengikis kesombongan dan sifat arogan, Menunjukkan kepedulian sosial yang konkret di tengah masyarakat, Menjaga silaturahmi sebagai pengikat di tengah perbedaan.

​"Saya ingin setiap kader GRIB JAYA mampu mengimplementasikan nilai kejujuran dan keadilan sebagai identitas perjuangan kita," pungkasnya.

​Usai ziarah dan doa, agenda berlanjut dengan Buka Puasa Bersama. Ketua DPC GRIB JAYA Sidoarjo, Moch Waldy, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan ajang konsolidasi untuk mentransformasikan nilai-nilai langit ke dalam hubungan antarmanusia (hablum minannas).

​"Kehadiran kami hari ini adalah bentuk implementasi dari cahaya Al-Qur'an, yakni menebar kasih sayang terhadap sesama. Kesalehan ritual melalui doa dan ziarah harus bersinergi dengan kesalehan sosial," ungkap Waldy.

​Kegiatan yang berlangsung khusyuk ini semakin mempertegas posisi GRIB JAYA Sidoarjo sebagai organisasi massa yang humanis dan religius. Dengan memadukan penghormatan terhadap leluhur dan kehangatan silaturahmi, GRIB JAYA optimistis mampu membawa perubahan perilaku yang lebih positif dan inspiratif bagi masyarakat Sidoarjo. (*)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال