Kemarin Terlapor Dugaan Kasus Penggelapan, Kini Pimpin PUPR Muna Barat. Kadir Saili: Benarkah Pak Bupati Masih Senior Darwin yang Dulu?

Foto: Muhammad Kadir Saili 

KENDARI, KASUARITV.COM— Penetapan Aswin, S.STP., M.Si sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muna Barat menuai sorotan dari sejumlah aktivis. Mereka mendesak Bupati Muna Barat untuk kembali mengevaluasi jabatan strategis tersebut.

Salah satu yang turut angkat bicara adalah Muhammad Kadir Saili, aktivis kampus senior yang juga merupakan putra asli Muna Barat. Saat diwawancarai media ini di kediamannya pada Jumat (6/3/2026), ia melontarkan pertanyaan yang cukup mengundang perhatian publik.

“Apakah Pak Bupati Muna Barat masih Senior Darwin yang dulu?” ujar Kadir Saili, yang akrab disapa Masid.

Menurut Masid, sosok Bupati Muna Barat selama ini dikenal sebagai pemimpin yang tegas, disiplin, dan bertanggung jawab atas amanah yang diembannya.

“Beliau sosok yang berkarisma, berani, dan bertanggung jawab. Ini bukan lelucon, tetapi dibuktikan dengan kinerjanya,” kata Masid.

Ia menambahkan, meskipun masa kepemimpinan Bupati Muna Barat terbilang masih relatif singkat, sejumlah capaian pembangunan telah diperjuangkan demi kesejahteraan masyarakat.

Di antaranya, lanjut Masid, upaya menghadirkan Bandara Sugimanuru, kapal feri penyeberangan Tondasi, serta berbagai program pembangunan lainnya di Kabupaten Muna Barat.

Masid juga menjelaskan bahwa munculnya desakan dari para aktivis muda kepada Bupati Muna Barat merupakan bentuk partisipasi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang demokratis, transparan, dan akuntabel.

“Ini bentuk apresiasi dari adik-adik aktivis. Jabatan Kepala Dinas PUPR sangat strategis karena berkaitan langsung dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan infrastruktur daerah. Jika tidak diisi oleh orang yang memiliki keilmuan yang linear, dikhawatirkan ke depan dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan berpotensi merugikan negara,” ujarnya.

Masid juga menyinggung informasi yang beredar terkait laporan terhadap Kepala Dinas PUPR Muna Barat, Aswin, yang disebut pernah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara pada awal Januari 2026 atas dugaan penipuan atau penggelapan dana pinjaman.

Menurutnya, informasi tersebut seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan daerah.

“Ingatlah, burung di kampus kita hari ini belum bisa terbang hanya karena seekor manu (ayam) untuk mengganjal perut yang kosong,” ucapnya sambil tersenyum tipis.

Lebih lanjut, Masid mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah memantau sejumlah rencana kerja dan proyek pembangunan yang akan dijalankan oleh Dinas PUPR Kabupaten Muna Barat ke depan.

“Kami telah mengupdate sejumlah rencana kerja dan proyek pembangunan di Dinas PUPR Muna Barat. Karena itu, kami akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya,” tegasnya.

Ia berharap Bupati Muna Barat dapat mempertimbangkan penempatan pejabat yang benar-benar memiliki kompetensi dan latar belakang keilmuan yang sesuai demi masa depan pembangunan daerah.

Menurutnya, para aktivis yang menyampaikan masukan melalui media bukanlah pihak yang baru dalam dunia gerakan mahasiswa.

“Adik-adik yang memberikan masukan kepada beliau bukanlah aktivis yang baru tumbuh di dunia gerakan. Mereka adalah junior-junior berprestasi. Salah satunya Umul Loga, yang di internal kampus pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Di lapangan tidak perlu dijelaskan lagi, dialah Jenderal Lapangan September Berdarah Sulawesi Tenggara begitu juga dengan GP3 Sultra mereka adalah satu kesatuan ,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Masid kembali berharap agar Bupati Muna Barat dapat mempertimbangkan berbagai masukan yang berkembang di masyarakat.

“Kami berharap apa yang menjadi substansi hari ini dapat kembali dipertimbangkan oleh Bapak Bupati Muna Barat,” tutupnya.

Reporter: Anjas

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال