Informasi yang dihimpun menyebutkan, kepala sekolah berinisial S.N diduga melakukan penggelembungan anggaran serta manipulasi data jumlah siswa dalam kurun waktu empat tahun, terhitung sejak Tahun Ajaran 2022 hingga 2025.
Berdasarkan hasil penelusuran media, jumlah siswa yang dilaporkan ke Dinas Pendidikan mencapai 101 orang. Namun, temuan di lapangan menunjukkan jumlah riil siswa diduga hanya sekitar 93 orang.
Selain itu, penggunaan dana BOS juga diduga tidak sesuai dengan realisasi di lapangan. Sejumlah program yang tercatat dalam laporan penggunaan anggaran disebut tidak terlihat wujudnya.
Beberapa di antaranya meliputi anggaran sarana dan prasarana, pengembangan perpustakaan, serta pengadaan alat multimedia dengan total nilai puluhan juta rupiah, yang diduga tidak terealisasi sebagaimana mestinya.
Sumber dari masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan bahwa kepala sekolah jarang berada di lokasi sekolah.
“Jarang masuk, paling kelihatan hanya sekali dalam seminggu,” ujar sumber tersebut.
Sementara itu, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah yang bersangkutan, namun hingga berita ini ditayangkan belum memberikan tanggapan.
KasuariTV.com juga mencatat, informasi awal terkait dugaan ini sebelumnya telah diberitakan oleh Kabarkonoha.com dan kini tengah menjadi perhatian publik.
Pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan aparat penegak hukum, diharapkan segera melakukan penelusuran dan audit guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
