Pak Purbaya minta dana beasiswa suaminya dikembalikan beserta bunganya! Bahkan ada kemungkinan akan diblacklist kerja dari instansi pemerintahan juga.
Kata Pak Purbaya kalau tidak suka pada Indonesia gak masalah, tapi jangan menghina negara yang sudah membiayai pendidikanmu pakai dana publik. Karena dana LPDP itu bukan uang jatuh dari langit. Itu dana abadi pendidikan yang dikelola negara lewat Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Ada kontrak, ada komitmen, ada tanggung jawab dan gak boleh menghina negara sendiri
Update-nya, kata Pak Purbaya, suami Mbak ini sudah dihubungi dan bersedia mengembalikan dana tersebut beserta bunganya. Dan ini efek dominonya panjang.
Suaminya S2 dan S3 di Belanda lalu lanjut ambil kerja sebagai researcher di Inggris, sesekali kalau ada project. Nah kalau sampai ada riwayat beasiswa bermasalah atau dianggap mangkrak, itu bisa jadi catatan. Di luar negeri, background check itu detail banget, apalagi untuk posisi akademik atau riset.
Belum lagi kalau ada potensi blacklist untuk kerja di instansi pemerintah Indonesia ke depannya. Itu artinya opsi karier makin sempit.
Mereka punya dua anak. Hidup di luar negeri itu mahal. Waktu masih ada beasiswa, ada living allowance, ada support dana pendidikan dari negara Indonesia tercinta. Sekarang semua ‘pinjeman’ beasiswa itu harus dikembalikan dan support uang itu hilang, realistis aja.. pasti bakal susah bgt hidup di Inggris sana.
Dan satu lagi yang sering orang lupa.. jejak digital. Video si Mbak dengan bangga memamerkan paspor anaknya dengan kata-kata “Cukup aku yang WNI anakku jangan”
Padahal selama ini kontennya juga banyak kerja sama brand Indonesia. Endorse dari sini. Bahkan jualan dan bagiinu link affilite di toko oren dengan audiens orang Indonesia.
Mbaknya gak kerja di Inggris sana. Full IRT. Nah sekarang citranya sudah terlanjur negatif dan dianggap bermasalah dengan negara, brand juga udah gak berani endorse. Reputasi dirusak sendiri cuma karena ngebet validasi
Makanya jangan pernah ludahin sumber air minum kamu sendiri
Beda antara kritik dan menghina. Kritik itu membangun. Yang kemaren pure menghina sambil jumawa dan inilah akibatnya.. seserius dan sefatal ini Mbak 
Sumber FB: Faradila Novita Anasri
Tags
opini
