Pesawaran, KASTV - Selasa, 19 Mei 2026
Pembangunan jalan rabat beton di Dusun Batu Menyan Baru, Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, kini menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, proyek yang sebelumnya diberitakan sebagai bentuk perhatian dan campur tangan Ketua DPRD Pesawaran Ahmad Rico Julian itu, justru menuai keluhan dari warga di lapangan.
Sorotan ini muncul setelah beredarnya pemberitaan dari media Pesawaran Inside yang memberi kesan bahwa masyarakat menyambut pembangunan tersebut dengan rasa senang dan puas. Namun kenyataan di lapangan disebut berbeda.
Dalam wawancara yang dilakukan wartawan Pesawaran Inside bernama Wahyudin dengan Norma selaku Ketua RT setempat, justru muncul pernyataan yang mengungkap keresahan masyarakat terhadap kualitas pekerjaan rabat beton tersebut.
Menurut penuturan Norma saat diwawancarai, masyarakat menyampaikan langsung kepadanya bahwa campuran semen pada pengerjaan jalan diduga sangat kurang. Warga bahkan menilai kualitas pengerjaan tersebut dikhawatirkan tidak akan bertahan lama apabila terus dilalui kendaraan setiap hari.
“Masyarakat bilang kalau semennya kurang, jalan ini tidak akan tahan lama,” ungkap Norma dalam wawancara tersebut.
Pernyataan itu dinilai bertolak belakang dengan judul pemberitaan yang seolah menggambarkan masyarakat merasa puas dan berterima kasih atas pembangunan jalan tersebut.
Warga menilai, keluhan yang disampaikan Norma seharusnya juga menjadi bagian penting dalam pemberitaan agar informasi yang diterima publik tetap berimbang dan tidak menggiring opini sepihak.
Tidak hanya itu, masyarakat juga menyoroti kondisi fisik pengerjaan di lapangan yang diduga hanya menghampar adukan semen di atas bekas jalan lama tanpa pengerjaan maksimal. Dari dokumentasi yang beredar, lapisan rabat beton terlihat tipis dan masih tampak bekas permukaan lama di bagian bawahnya.
Hal inilah yang kemudian memunculkan kekhawatiran warga terhadap ketahanan jalan tersebut dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur desa tidak hanya mengejar pencitraan semata, tetapi benar-benar memperhatikan kualitas agar manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu lama.
Di sisi lain, nama Ketua DPRD Pesawaran Ahmad Rico Julian juga ikut menjadi perhatian publik setelah disebut dalam pemberitaan media sebagai pihak yang disebut memiliki campur tangan terhadap proyek tersebut.
Namun berdasarkan percakapan WhatsApp yang sebelumnya beredar, Rico justru membantah keterlibatannya secara langsung dalam pengerjaan proyek jalan rabat beton tersebut.
“Mana ada Ketua DPRD ngerjain proyek pak, laporkan aja pak,” tulis Rico dalam percakapan WhatsApp yang beredar di masyarakat.
Pernyataan itu membuat warga mempertanyakan munculnya narasi yang mengaitkan proyek tersebut dengan Ketua DPRD Pesawaran, sementara di sisi lain kualitas pekerjaan di lapangan justru menuai kritik dari masyarakat sendiri.
Warga berharap pihak terkait maupun instansi teknis dapat turun langsung melakukan pengecekan kualitas pekerjaan rabat beton tersebut.
Masyarakat juga meminta agar setiap pemberitaan tetap mengedepankan fakta utuh di lapangan, termasuk suara masyarakat yang menyampaikan kritik dan kekhawatiran terhadap hasil pembangunan yang dikerjakan menggunakan anggaran negara.
Menurut warga, pembangunan jalan desa seharusnya menjadi solusi bagi masyarakat, bukan malah memunculkan polemik baru akibat kualitas pekerjaan yang dianggap kurang maksimal.
(Isbah Cholib)