-->

HAKIKAT MEMBERI: SAAT SATU JARI MENUNJUK ORANG LAIN, EMPAT JARI KEMBALI PADA DIRI KITA

 


Oleh Shamsi Ali Al-Nuyorki

Seringkali kita menyempitkan makna kebaikan. Kita mengira ketika kita memberi, yang beruntung adalah orang yang menerima. Padahal hakikatnya, dalam kalkulasi Allah, yang paling beruntung adalah yang memberi.


Rasulullah SAW bersabda: "Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah." (Bukhari & Muslim)


Memberi di jalan Allah tidak mengurangi, tapi justru mengembalikan kebaikan lebih besar kepada diri kita sendiri. Berikut tujuh kebaikan yang didapatkan oleh mereka yang memberi:


1. Penguatan dan Pembuktian Iman 


Memberi adalah bukti jujurnya iman. Tidak ada orang yang rela melepas hartanya yang paling dicintai kecuali karena imannya kepada janji Allah lebih besar daripada cintanya pada dunia.


Inilah yang dimanifestasikan Abu Bakar As-Shiddiq RA ketika menginfakkan seluruh hartanya untuk jihad di perang Tabuk. Ketika ditanya Rasulullah, "Apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Beliau jawab, "Aku tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya.”


2. Meringankan Beban dan Tanggung Jawab di Akhirat


Harta adalah amanah dan beban. Setiap rupiah akan ditanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan. Dengan mengeluarkannya di jalan Allah, kita sejatinya sedang meringankan hisab kita kelak. (QS. At-Takatsur: 8)


3. Menjadi Jalan Keberkahan dan Penolak Bala


Sedekah adalah perisai. Ia tidak hanya mendatangkan berkah pada harta yang sisa, tapi juga menjadi tameng yang menolak musibah dan penyakit. "Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah." (HR. Baihaqi)


Juga "Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan sedekah." (HR. Abu Dawud). 


4. Membersihkan Hati dari Penyakit Tamak dan Kikir


Penyakit paling berbahaya bukanlah penyakit fisik, tapi penyakit hati: tamak dan kikir. Sedekah adalah detoksifikasi jiwa yang Allah tetapkan untuk menyucikan kita. “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." (QS. At-Taubah: 103)


Juga "...Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. Al-Hasyr: 9)


5. Menjadi Jalan Datangnya Rezeki yang Berkah


Logika matematika Allah berbeda. Dalam logika manusia 10-1 = 9. Dalam logika sedekah, 10-1 bisa menjadi 19, 70, bahkan 700 kali lipat. Harta yang disedekahkan tidak berkurang (hadits), justeru bisa jadi jalan rezeki lain.


Al-Quran menyebutkan: "Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji." (Al-Baqarah: 261)


Sebuah hadits Qudsi: "Wahai anak Adam, berinfaklah, niscaya Aku akan berinfak kepadamu." (Bukhari & Muslim)


6. Fondasi Bangunan Komunal Umat


Jika shalat adalah tiang yang membangun kepribadian (hubungan vertikal dengan Allah), maka zakat dan sedekah adalah fondasi yang membangun kehidupan komunal (hubungan horizontal sesama manusia). Islam tidak ingin ada jurang antara si kaya dan si miskin. Dengan sadaqah lahir solidaritas dan keadilan sosial. 


Al-Quran menyampaikan: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian." (Adz-Dzariyat: 19)


7. Hujjah Kesempurnaan Islam dan Bekal Keselamatan Akhirat


Kesempurnaan Islam seseorang bukan hanya dengan berbagai amalan ritual, tapi juga dengan kepedulian sosial. Di akhirat, sedekah akan menjadi naungan di hari yang sangat terik, saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.


Dalam sebuah hadits Rasulullah menyampaikan: "Naungan orang mukmin di hari kiamat adalah sedekahnya." (Ahmad)


Al-Quran tegas mengingatkan: "Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh'."(Al-Munafiqun: 10)


Penyesalan terbesar di akhirat nanti adalah ketika ingin kembali ke dunia hanya untuk bersedekah. Maka jangan tunda. Karena saat kita memberi, sesungguhnya kita sedang menabung untuk diri kita sendiri. Bismillah! 


Soeka-Hatta, 12 Oktober 2026

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

  • Menyiapkan slide berita kasuaritv.com...

نموذج الاتصال