Catatan ringan:-Muslim Arbi.- Direktur Gerakan Perubahan dan Koordinator Indonesia Bersatu
Blackout PLN itu Konspirasi merusak Prabowo. Apakah Mr Presiden tidak tahu? Atau sengaja bikin jebakan?
Pagi ini saya baca chat wa Bang Said Didu. Dengan judul " Permainan DMO batubara ke PLN adalah orang besar dan kuat".
Saya chat beliau untuk mengutip tulisan Beliau. Dan Beliau mengizinkan. "Silahkan".
Atas dasar itu sy kutip dulu secara keseluruhan tulisan Bang Said Didu yang kerap di panggil Mosad (Mohammad Said Didu) oleh beberapa kawan aktifis.
Beliau menulis : Permainan DMO batubara ke PLN adalah orang besar dan kuat.
Permainan supply batubara ke PLN yang di perkirakan menerugikan negara Rp 5 trilyun masih kecil, perhitungan nya sbb:
1) aturan kewajiban pemilik tambang menjual batubara ke dalam negeri (DMO - Domestic Obligation) dengan harga $ 70 per metrik ton, sementara saat ini sekitar & 130 per metrik ton - terdapat selisih harga & 60 per metrik ton.
2) kewajiban DMO batubara 25 % dari produksi.
3) produksi batubara Indonesia tahun 2026 sebesar 780 juta ton, artinya DMO sekitar 197,5 juta ton (25%). Artinya terdapat selisih harga sekitar $ 11,850 juta atau sekitar Rp 200 trilyun per tahun.
4) dari selisih harga dan kewajiban tersebut maka terdapat uang yang sangat besar (sekitar 200 trilyun) yang dapat di "atur", antara pemilik tambang, kementrian ESDM, dan PLN lewat dokumen fiktif - tanpa mengirim batubara sesuai kewajiban (jumlah dan kadar).
5) jadi angka kerugian yang di temukan oleh Polisi sekitar 5 trilyun sepertinya kecil.
Saya mengucapkan terimakasih ke Bang Said Didu senior saya di KB - PII ( Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia). Karena telah di izinkan untuk mengutip tulisa nya.
Menyimak komentar Bang Said Didu di atas. Saya bertanya kepada pihak kepolisian. Apakah polisi tidak tahu cara menghitung kerugian negera dalam bisnis batubara sehingga menaksir kerugian nya "hanya" sekitar 5 trilyun? Atau Polisi hanya sengaja menbatasi pengusutan dalam kerugian itu? Atau polisi masih menutupi atau takut karena ada orang besar dan kuat di balik bisnis batubara?
Kalau melihat dari konspirasi dalam bisnis batubara ini. Jelas negara di rugikan 200 trilyun pertahun. Mestinya diangka 200 triliun itu polisi arahkan pengusuta nya.
Akibat dari DMO yang seharusnya 25% tetapi para pemain batubara lebih utamakan harga pasar internasional yang sekarang $ 130 per metrik ton sehingga lebih utamakan keuntungan pengusaha batubara dan mengabaikan DMO sehingga kebutuhan pasokan ke PLN berkurang sehingga menjadi penyebab blackout( pemadaman ber gilir) Sumaera - Jawa - Madura - Bali?
Sehingga dengan demikian, menimbulkan gangguan pelayanan PLN berakibat kerugian pada masyarakat. Tentunya kesalahan akan di timpakan pada Presiden Prabowo yang dianggap tidak becus urus negara, bukan?
Apakah hal itu Presiden tidak tahu, atau sudah tahu tapi membiarkan dan akan di bidik seperti dalam kasus BGN? Bukankan Dadan dan 2 wakil nya itu menurut Prabowo adalah orang yang dekat dan di sayangi tetapi akhir nya di tindak juga bukan?
Dalam kasus DMO batubara dan blackout PLN ini polisi perlu mengusut kerugian Negara 200 trilyun itu serta para pemain batu bara ( siapapun dia) pemilik tambang, mentri ESDM dan PLN. Jadi polisi tidak hanya cukup usut kerugian negara 5 trilyun saja.
Polisi juga harus mengusut, mengapa terjadi BLACKOUT PLN Sumatera, Jawa, Madura dan Bali. Bukan kan kah ini ada upaya dan strategi licik merusak negara dan menghancurkan regim Prabowo?
Margonda - Depok: 8 Juli 2026.
