Kendari, kasuaritv.com -M enuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat Kota Kendari., Di tengah tingginya perputaran uang tunai dan aktivitas penukaran uang baru, risiko peredaran uang palsu (upal) meningkat tajam. Para oknum kerap memanfaatkan kelengahan warga dan pedagang untuk menyelipkan uang ilegal di tengah ramainya transaksi.
para pelaku memiliki modus operandi yang cukup rapi, yakni Sering memasarkan upal melalui media sosial Facebook. Mereka menjual paket uang palsu senilai Rp 10 juta hanya dengan harga Rp 2,5 juta uang Asli.
La Ode Hasanuddin Kansi (LHK) juga membeberkan ciri fisik upal yang pernah disita. Secara kasat mata, tekstur kertas upal cenderung lebih halus. Namun, untuk mengelabui indra peraba, pelaku menyemprotkan cat pilox akrilik agar uang terasa kasar menyerupai uang asli.
"Kami sangat menyarankan para pemilik toko atau pedagang di Kota Kendari Terkhusus Buat Ina Ina Dipasar untuk Meminta solusi Pada Pe pemerintah Setempat atau Setidaknya memiliki alat deteksi ultraviolet sebagai langkah antisipasi dini saat menerima pembayaran. ini bukan sekadar isapan jempol. Tapi Harus Menjadi Perhatian Utama Pemerintah Setempat dan Pihak Kepolisian" tambahnya.
Uang Palsu bentuknya sangat mirip,. Baru ketahuan saat mau setor ke bank," tutur LHK