JOMBANG || KASTV - Pelayanan Rumah Sakit (RS) Airlangga Jombang menuai kritik tajam dari keluarga pasien. Pihak manajemen RS diduga tidak konsisten dalam menjalankan jadwal pemeriksaan medis, yang menyebabkan pasien telantar tanpa kepastian.
Peristiwa ini dialami oleh Siti Fatonah, warga Dusun Ploso, Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Ia yang datang didampingi putrinya, Devi (38), harus menelan kekecewaan lantaran dokter spesialis yang seharusnya menangani jadwal kontrol justru tidak berada di tempat saat mereka tiba di rumah sakit.
Kepada awak media, Devi menyampaikan kekesalannya terhadap sistem koordinasi internal rumah sakit. Pasalnya, kedatangan mereka jauh-jauh dari Kecamatan Perak didasari oleh instruksi medis dan jadwal resmi yang diberikan pihak RS sebelumnya.
"Kecewa sekali. Saya sudah jauh-jauh datang mengantarkan ibu saya untuk kontrol karena memang sudah jadwalnya. Tapi setelah antre lama, ternyata dokternya tidak ada," ujar Devi dengan nada tinggi saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu (22/4/2026).
Devi menjelaskan bahwa ibunya baru saja keluar dari rawat inap di rumah sakit yang sama pada Senin lalu. Sesuai prosedur pasca-rawat, pasien diwajibkan kembali untuk melakukan kontrol pada hari Rabu ini. Ironisnya, meski terdaftar sebagai pasien jalur umum (non-BPJS), ia merasa tidak ada prioritas maupun profesionalisme dalam hal komunikasi.
"Ibu saya berobat menggunakan jalur umum, bayar. Saya menilai pelayanan RS ini kurang konsisten. Mengapa tidak ada konfirmasi sebelumnya kalau dokter yang bersangkutan berhalangan hadir? Jadi kami tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk datang," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RS Airlangga Jombang belum memberikan pernyataan resmi terkait absennya dokter di jam praktik yang telah dijadwalkan tersebut. Upaya konfirmasi terus dilakukan guna mendapatkan klarifikasi mengenai prosedur pembatalan jadwal dan sistem pemberitahuan kepada pasien agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (*)
