SIDOARJO || KASTV -Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (DPD APKLI) Kabupaten Sidoarjo bergerak cepat melakukan penguatan internal pasca-Lebaran. Melalui rapat koordinasi yang digelar pada Jumat (10/4), APKLI sepakat menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik tolak transformasi ekonomi pedagang melalui agenda Halal Bihalal akbar.
Ketua DPD APKLI Sidoarjo, Sri Wahyuningsih, menegaskan bahwa pertemuan tahunan kali ini tidak boleh sekadar menjadi seremoni silaturahmi formal. Ia menekankan perlunya output nyata yang berdampak langsung pada keberlangsungan usaha para pedagang di lapangan.
“Kami ingin Halal Bihalal ini jadi titik tolak kemajuan APKLI. Silaturahmi tetap menjadi inti, tetapi harus ada tindak lanjut konkret untuk kesejahteraan pedagang. Kami menargetkan adanya penguatan kelembagaan yang lebih solid dari tingkat kabupaten hingga ke akar rumput di 18 kecamatan,” ujar Sri Wahyuningsih usai rapat koordinasi.
Dalam rapat yang dihadiri jajaran pengurus harian dan perwakilan pedagang tersebut, APKLI memetakan tiga fokus utama yang akan diakselerasi dalam waktu dekat:
Memfasilitasi PKL untuk merambah platform e-commerce dan mengadopsi sistem pembayaran digital agar tetap kompetitif di pasar modern.
Memberikan edukasi terkait pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta membuka akses komunikasi langsung dengan lembaga perbankan.
Mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dalam menata lokasi dagang agar lebih representatif tanpa mematikan mata pencaharian pedagang.
Sri Wahyuningsih menambahkan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Pihaknya berencana menjadikan acara Halal Bihalal mendatang sebagai wadah pertemuan antara pedagang dan pemangku kebijakan.
“Kami berencana mengundang perwakilan Pemkab Sidoarjo, DPRD, hingga pihak perbankan. Ini adalah ruang kolaborasi. APKLI ingin membuka akses seluas-luasnya bagi anggota untuk mendapatkan dukungan modal dan legalitas melalui sesi 'PKL Naik Kelas' yang akan kami selipkan di dalam rangkaian acara,” imbuhnya.
Agenda Halal Bihalal akbar ini direncanakan berlangsung pada pekan ketiga Syawal 1447 H. Sebagai bentuk promosi kawasan ekonomi lokal, panitia memilih lokasi di salah satu sentra PKL strategis di Sidoarjo.
Guna menjaga marwah dan kemandirian organisasi, pendanaan acara akan ditempuh melalui skema gotong royong iuran anggota serta kemitraan dengan sponsor yang tidak mengikat. Pengurus DPD APKLI menargetkan kehadiran sedikitnya 500 pedagang dari 18 kecamatan di Sidoarjo.
Rapat koordinasi ditutup dengan instruksi tegas kepada seluruh perwakilan kecamatan untuk melakukan sosialisasi masif. Melalui langkah konkret ini, APKLI optimistis sinergi antara pedagang dan pemangku kepentingan dapat mewujudkan ekonomi kerakyatan yang lebih mandiri dan bermartabat di Bumi Jenggolo.(*)
