MADIUN || KASTV - Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) resmi mengukuhkan jajaran kepemimpinan tertingginya dalam prosesi khidmat yang digelar di Madiun, pusat perkembangan organisasi pencak silat legendaris tersebut. Kangmas RM. Moerjoko resmi menjabat sebagai Ketua Umum, sementara Kangmas Isbiantoro dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pusat.
Acara ini bukan sekadar seremoni internal, melainkan menjadi simbol soliditas organisasi dengan kehadiran jajaran Forkopimda serta sejumlah tokoh nasional dan instansi pemerintah.
Dalam sambutannya usai pengukuhan, Ketua Umum PSHT RM. Moerjoko menegaskan bahwa amanah kepemimpinan ini merupakan tanggung jawab moral yang besar. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi di tengah dinamika zaman.
"Ini adalah tanggung jawab besar untuk menjaga marwah organisasi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga nama baik PSHT sebagai organisasi pencak silat yang memiliki sejarah panjang dalam membangun karakter dan persatuan bangsa," ujar Moerjoko.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pusat PSHT, Isbiantoro, menekankan peran strategis Dewan Pusat dalam menjaga kemurnian ajaran. Ia mengingatkan bahwa tujuan luhur PSHT adalah mencetak manusia yang berbudi pekerti luhur.
"Dewan Pusat memiliki tanggung jawab menjaga ajaran, nilai, serta aturan organisasi agar tetap berjalan sesuai tujuan luhur, yaitu membentuk manusia yang tahu benar dan salah serta berjiwa persaudaraan," tegas Isbiantoro.
Kehadiran unsur pemerintah dan keamanan menunjukkan posisi strategis PSHT dalam menjaga kondusivitas wilayah. Tercatat hadir dalam acara tersebut Bupati Madiun, Plh Wali Kota Madiun, Kapolres Madiun, serta Dandenpom V Madiun Letkol CPM Hendra A.W.
Selain pejabat daerah, sejumlah tokoh nasional juga tampak memberikan penghormatan, di antaranya, Achmad Sahur (Bakamla RI), Joko Widodo (Kementerian Kebudayaan), Laksda TNI (Purn) Supardi, Wahyu P (Ketua Komisi Khusus), Dony (Bakesbangpol).
Prosesi yang berlangsung tertib dan aman ini diharapkan menjadi momentum bagi PSHT untuk semakin berkontribusi positif bagi masyarakat. Dengan kepengurusan baru, organisasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah olahraga bela diri, tetapi juga benteng pelestarian budaya bangsa Indonesia.
Wilayah Madiun kembali membuktikan perannya sebagai episentrum pencak silat yang mampu menyatukan elemen organisasi, pemerintah, dan aparat keamanan dalam satu semangat persatuan.(*)
