7 DPO Diburu Polisi, Oktasari Sabil Serukan Stabilitas Keamanan Papua Barat Daya

Ketgam: Oktasari Sabil mengajak masyarakat menjaga kedamaian pasca insiden penyerangan di Tambrauw.

Sorong, Kasuaritv.com – Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Papua Barat Daya, Oktasari Sabil, mengecam keras insiden penyerangan terhadap tenaga kesehatan (nakes) dan warga sipil di Distrik Bamusbama, Kabupaten Tambrauw.

Menurutnya, tindakan kekerasan yang terjadi tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mencederai nilai kemanusiaan, terutama karena menyasar tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat prihatin dan mengecam keras aksi kekerasan ini. Tenaga kesehatan adalah garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, sehingga tidak seharusnya menjadi target dalam situasi apa pun,” ujar Oktasari dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026).

Ia menegaskan, Partai Gerindra Papua Barat Daya mendukung penuh langkah Polda Papua Barat Daya dalam mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk penetapan tersangka dan pengejaran terhadap tujuh orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Penegakan hukum harus dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan. Para pelaku harus segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, Oktasari juga mendorong adanya pendekatan yang lebih komprehensif dalam menyelesaikan konflik di wilayah tersebut, termasuk melalui dialog dan rekonsiliasi antar masyarakat guna mencegah terjadinya konflik berulang.

Ia turut mengimbau masyarakat di Kabupaten Tambrauw agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya yang beredar di media sosial.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Papua Barat Daya adalah rumah kita bersama, mari kita jaga dengan persatuan dan kedamaian,” katanya.

Diketahui, sebelumnya Polda Papua Barat Daya telah menetapkan satu tersangka dari hasil pemeriksaan 12 saksi terkait insiden penyerangan yang terjadi pada 8 dan 16 Maret 2026. Selain itu, sebanyak tujuh orang lainnya telah ditetapkan sebagai DPO dan masih dalam pengejaran aparat.

Hingga kini, aparat keamanan masih disiagakan di sejumlah titik guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah tersebut.(*)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال

//"). }); //]]>