SIDOARJO || KASTV - Dinamika politik di pucuk pimpinan Kabupaten Sidoarjo memasuki babak krusial. Aliansi Peduli Sidoarjo yang merupakan gabungan lintas elemen masyarakat dan LSM termasuk Grib Jaya, LSM LIRA, YALPK Group, GMBI, KORAK, GMPI, MADAS, LMPP, Pemuda Batak Bersatu, URC Gojek, Pemuda Pancasila, LSM ALAS resmi mendatangi Pendopo Kabupaten Sidoarjo. Kamis, 5/2/26.
Kedatangan mereka membawa satu tuntutan mutlak Rekonsiliasi Total antara Bupati H. Subandi dan Wakil Bupati Sidoarjo.
Masyarakat menilai keretakan hubungan kedua pemimpin ini bukan lagi sekadar urusan personal, melainkan barikade yang menghambat roda pemerintahan serta menurunkan kualitas pelayanan publik di Sidoarjo.
Dalam audiensi yang berlangsung emosional, Bupati H. Subandi menyatakan keterbukaan dirinya untuk berangkulan kembali. Ia menegaskan bahwa kepentingan rakyat Sidoarjo harus diletakkan jauh di atas ego sektoral maupun rivalitas politik.
"Saya tidak pernah menutup diri. Saya siap kapan pun untuk islah demi Sidoarjo. Kita ingin mewujudkan rumah tangga pemerintahan yang harmonis agar pembangunan berjalan efektif," ujar Bupati H. Subandi.
Beliau juga menggarisbawahi pentingnya menjaga marwah pemerintahan agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak terjebak dalam dualisme kepentingan yang membingungkan di lapangan.
Meski Bupati telah memberikan lampu hijau, suasana audensi sempat memanas karena ketidakhadiran pihak Wakil Bupati. Hal ini memicu reaksi keras dari Moh. Waldi, S.H., perwakilan dari Grib Jaya yang tergabung dalam aliansi tersebut.
Waldi menyayangkan sikap Wakil Bupati yang seolah tidak menyambut niat baik masyarakat yang tergabung dalam Laskar Jenggolo Aliansi Peduli Sidoarjo.
"Sangat patut disayangkan dalam audiensi sepenting ini, hanya Bupati yang hadir sementara Wakil Bupati tidak tampak. Padahal, niat kami dari Aliansi Peduli Sidoarjo ini sangat murni dan baik, yaitu ingin melihat Sidoarjo lebih baik ke depannya," tegas Waldi.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama aliansi ini adalah mendorong kedua pemimpin untuk melakukan konsolidasi, duduk bersama, dan mengesampingkan segala persoalan personal demi pembangunan kota.
"Karena ketidakhadiran Wakil Bupati hari ini, Aliansi Peduli Sidoarjo akan mengambil langkah lebih jauh. Kami berencana melakukan aksi damai di kediaman Wakil Bupati sebagai bentuk ketegasan kami menagih komitmen tersebut," pungkasnya.
Para aktivis lain pun tetap bersikap kritis. Sugeng dari LSM KORAK mengingatkan agar komitmen islah ini tidak sekadar menjadi komoditas pencitraan sesaat. Senada dengan itu, Parmuji dari GMBI menegaskan bahwa pernyataan Bupati telah dicatat sebagai janji publik.
"Kami telah mencatat poin-poin pertemuan hari ini. Bupati sudah menyatakan kesiapannya. Maka, Aliansi Peduli Sidoarjo secara resmi akan mengawal proses ini sampai benar-benar terjadi di lapangan," ujar Parmuji.(*)
