Pesawaran, KASTV – Seni, 5 Januari 2026
Proses rekrutmen tenaga kerja dapur MBG yang berlokasi di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, menuai keluhan dari warga setempat. Sejumlah masyarakat mengaku kecewa lantaran tidak diterima bekerja, meskipun sebelumnya telah dilibatkan dalam kegiatan di lokasi dapur tersebut.
Warga menilai mekanisme rekrutmen tidak berpihak kepada masyarakat lokal. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa sebelum rekrutmen resmi dibuka, mereka telah lebih dahulu bekerja di dapur MBG.
“Kami sebelum pembukaan rekrutmen tenaga kerja sudah bekerja di situ,” ujar salah satu warga kepada awak media.
Ia menjelaskan, sekitar 21 orang warga setempat sempat dipekerjakan untuk membersihkan empreng dan tempat yang digunakan sebagai wadah makan. Pekerjaan tersebut dilakukan hampir selama satu minggu.
“Sebanyak 21 orang kami bekerja membersihkan 3.500 empreng dan tempat wadah makan hampir satu minggu, tetapi kami tidak digaji. Ternyata setelah rekrutmen dibuka, warga sekitar justru tidak diterima sebagai tenaga kerja,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Menurut warga, dari sekitar 21 orang yang sempat bekerja tersebut, hanya 5 hingga 6 orang yang akhirnya diterima sebagai tenaga kerja dapur MBG.
“Kami sebelum bekerja ada 21 orang, yang diterima cuma 5 atau 6 orang,” tambahnya.
Warga lainnya juga menyampaikan bahwa selama bekerja mereka harus menanggung kebutuhan sendiri.
“Kami bekerja enam hari, makan bawa sendiri, minum bawa sendiri. Berkas lamaran sudah kami masukkan semua, karena kami memang sudah pernah bekerja di situ,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, warga berharap pihak pengelola dapur MBG dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait mekanisme rekrutmen tenaga kerja. Mereka juga meminta agar masyarakat sekitar, khususnya yang sebelumnya telah berkontribusi dan bekerja di lokasi dapur, dapat diprioritaskan.
Hingga berita ini diturunkan, awak media belum berhasil menghubungi pihak pengelola dapur MBG untuk dimintai keterangan terkait keluhan warga tersebut. (Red)