Pernyatan Imam Shamsi Ali Usai Wawancara dengan SINDO News, ke Media Kasuaritv: Dua Faktor Intervensi Amerika Serikat terhadap Venezuela

Pernyatan Imam Shamsi Ali Usai Wawancara dengan SINDO News, ke Media Kasuaritv: Dua Faktor Intervensi Amerika Serikat terhadap Venezuela

Foto: Youtube Sindonews

NewYork (KASTV) _ Imam Shamsi Ali dalam wawancaranya lansung bersama sindo news, disela sela usai wawancara live menegaskan melalui media kasuaritv bahwa dunia internasional harus menyuarakan resistensi yang keras dan tegas terhadap Amerika Serikat, termasuk Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi keadilan dan hukum internasional.

"Resistensi terhadap kebijakan Amerika Serikat sejatinya sudah nyata, bahkan di dalam negeri Amerika sendiri. Hal ini tercermin dari sikap sejumlah tokoh publik, salah satunya Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang secara terbuka mengkritik arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang agresif dan unilateral," tegas Shamsi Ali. Selasa, (6/1/2026)

Lanjutnya, Terkait Venezuela, saya menilai bahwa serangan dan intervensi Amerika Serikat memiliki konsekuensi serius terhadap keamanan dunia, serta mencederai prinsip keadilan dan hukum internasional. Narasi tentang perang melawan narkoba yang kerap dijadikan alasan tidak memiliki dasar yang kuat, dan hanya menjadi justifikasi politik, sebagaimana tuduhan senjata kimia yang dahulu digunakan Amerika Serikat untuk menginvasi Irak.

Ia juga menambahkan, Intervensi Amerika Serikat terhadap Venezuela setidaknya didorong oleh dua faktor utama.

Pertama, faktor ekonomi, mengingat Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, bahkan melampaui Arab Saudi, sehingga menjadi wilayah yang sangat strategis dalam kepentingan energi global.

Kedua, faktor geopolitik dan ideologis, di mana Venezuela dikenal memiliki kedekatan dengan Iran serta menjadi pendukung kuat perjuangan Palestina. Sikap ini menempatkan Venezuela pada posisi yang berseberangan dengan kepentingan Zionis global. Bahkan pihak-pihak yang berseberangan dengan Venezuela—yang belakangan memperoleh legitimasi internasional melalui penghargaan Nobel—secara terbuka menyatakan posisi tersebut.

Selain itu Imam Shamsi memaparkan, terdapat pula faktor arogansi kekuasaan Amerika Serikat yang semakin menguat, diperparah oleh gaya kepemimpinan Presiden Donald Trump yang cenderung egoistik dan mengabaikan prinsip multilateralisme. 

"Diamnya komunitas internasional bukanlah pilihan. Indonesia dan negara-negara lain harus berani mengambil sikap tegas demi menjaga keadilan global, kedaulatan negara, dan supremasi hukum internasional," tutup Imam Shamsi, dalam rilis tertulisnya ke media kami, kasuaritv.com

Editor: redaksi

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال