By. Ikhlas XGRD
Salah satu ironi terbesar dalam dunia pers hari ini adalah munculnya oknum yang mengaku wartawan, namun tak mampu menulis karya jurnalistik. Menulis berita tak bisa, menyusun laporan investigasi tak sanggup, bahkan membedakan opini dan fakta pun sering keliru. Yang bisa dibuat hanyalah artikel kaku, mirip laporan kampus—panjang, bertele-tele, tapi kosong makna jurnalistik.
Wartawan sejatinya diuji dari karyanya, bukan dari kartu pers yang digantung di leher.
Alih-alih turun ke lapangan menggali fakta, oknum semacam ini justru sibuk mondar-mandir ke kantor pejabat. Bukan untuk konfirmasi pertanggungjawaban publik, melainkan untuk bercerita, membangun keakraban, lalu menutup pertemuan dengan tujuan yang sudah bisa ditebak.
Ketika diminta menunjukkan karya jurnalistik, yang muncul adalah tulisan normatif, penuh basa-basi, tanpa sudut pandang, tanpa kedalaman, dan tanpa keberanian. Tak ada 5W+1H yang utuh, tak ada verifikasi, apalagi keberimbangan. Yang ada hanya paragraf aman agar tidak menyinggung siapa pun—kecuali akal sehat pembaca.
Pers bukan tugas kuliah.
Berita bukan makalah.
Dan wartawan bukan mahasiswa KKN.
Perilaku dan kualitas semacam ini bukan hanya memalukan, tapi juga berbahaya. Ia merusak standar profesi dan memberi alasan bagi pejabat publik untuk meremehkan pers. Akibatnya, wartawan yang bekerja serius ikut terkena dampaknya: dipersulit, dicurigai, bahkan dianggap datang dengan niat buruk.
Jika tak mampu menulis berita, tak berani mengonfirmasi, dan tak siap mempertanggungjawabkan karya, maka jangan memaksakan diri menyebut sebagai wartawan.
Pers membutuhkan keberanian, integritas, dan kemampuan menulis—bukan mental asal terbit. Membersihkan profesi pers dari oknum semacam ini bukan pilihan, melainkan keharusan demi menjaga marwah jurnalisme.
Copy–paste, bau bodrex. Tak turun ke lapangan, tak ada konfirmasi, tak ada verifikasi. Rilis disalin mentah, nama diganti, lalu disebut berita. Bau bensin lebih dulu tercium sebelum fakta dicari.
Bukan jurnalisme kalau hanya Ctrl+C, Ctrl+V.
Itu bukan wartawan—itu mesin fotokopi berkartu pers.
ðŸ¤ðŸ¤£ðŸ¤ðŸ˜…🔥✍️
