Kembalikan Nilai-Nilai PERS: Konfirmasi Bukan Upacara Menghadap Raja, tapi Pertanggungjawaban Abdi kepada Rakyat

Kembalikan Nilai-Nilai PERS: Konfirmasi Bukan Upacara Menghadap Raja, tapi Pertanggungjawaban Abdi kepada Rakyat

Foto: Ilustrasi pembungkaman PERS

 OPINI REDAKSI

Hari ini, sebagian pejabat publik tampak keliru memahami posisi dirinya sendiri. Mereka duduk di kursi jabatan seolah-olah di atas singgasana, lalu menunggu wartawan datang layaknya abdi yang wajib sopan, halus, dan tahu diri. Konfirmasi diperlakukan seperti ritual menghadap raja: harus izin, harus waktu yang pas, harus bahasa yang menyenangkan.

Ini bukan monarki.

Ini republik.

Konfirmasi bukan permintaan belas kasihan. Konfirmasi adalah mekanisme kontrol agar kekuasaan tidak liar. Wartawan datang bukan membawa gosip, tetapi data, fakta, dan suara rakyat. Jika pejabat alergi pada konfirmasi, maka yang bermasalah bukan pers—melainkan mental feodal yang belum mati.

Lebih ironis lagi, pejabat yang rajin menghindar justru paling sibuk bicara soal etika pers. Mereka bisu saat dicari, menghilang saat diminta klarifikasi, lalu berubah galak ketika namanya muncul di pemberitaan. Etika dipakai seperti tameng, bukan sebagai nilai.

Jika konfirmasi hanya direspons ketika isinya pujian, maka itu bukan transparansi—itu pencitraan murahan.

Jika kritik dianggap ancaman, maka jabatan telah disalahartikan sebagai kekuasaan absolut.

Pejabat publik digaji oleh uang rakyat. Setiap kebijakan, setiap anggaran, setiap tindakan adalah utang penjelasan kepada publik. Menghindar dari konfirmasi sama saja dengan menghindar dari tanggung jawab. Dan pejabat yang lari dari pertanyaan, sejatinya sedang mengakui ketakutannya sendiri.

Pers tidak punya kewajiban menyenangkan penguasa.

Pers punya kewajiban mengganggu mereka yang nyaman dalam kebohongan.

Demokrasi tidak rusak karena berita tajam. Demokrasi rusak ketika wartawan dipaksa halus, tetapi pejabat bebas membisu. Ketika pertanyaan dianggap kurang ajar, namun pengabaian dianggap wajar.

Sudah waktunya nilai-nilai pers dikembalikan ke khitahnya.

Konfirmasi bukan laporan ke istana. Konfirmasi adalah pertanggungjawaban abdi kepada rakyat.

Jika ada pejabat yang tak siap dikonfirmasi, maka ia tak layak berada di jabatan publik.

🔥✍️

Sulawesi Tenggara, 21 Januari 2026, 

Ikhlas Arsyad (Pimpinan Redaksi kasuaritv.com), Bersiapalah karena kita pastinya akan bertemu 💪💪💪

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال