Jakarta — Partai Gerakan Rakyat diperkirakan belum mampu menembus parlemen dalam Pemilu 2029. Partai yang diasosiasikan dengan Anies Baswedan ini dinilai masih kekurangan modal elektoral untuk bersaing dengan partai-partai besar yang telah lama bercokol di DPR.
Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, mengatakan Partai Gerakan Rakyat berpeluang menyerap suara pendukung Anies Baswedan, terutama di Jakarta. Namun, basis pemilih tersebut dinilai belum cukup untuk melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen suara sah nasional.
“Pemilih Anies kemungkinan akan beralih ke partai ini, tetapi untuk menembus parlemen masih cukup berat. Partai ini masih berada di second line,” ujar Jerry, Selasa (20/1/2026).
Menurut Jerry, Partai Gerakan Rakyat akan berhadapan langsung dengan partai-partai yang gagal lolos ke DPR pada Pemilu 2024. Ia menyebut Partai Persatuan Pembangunan, Partai Buruh, Partai Bulan Bintang, dan Partai Perindo sebagai pesaing utama.
Ia menilai persaingan antarpartai non-parlemen pada Pemilu 2029 akan semakin ketat, terutama jika tidak ada perubahan kebijakan ambang batas parlemen.
Meski begitu, Jerry memperkirakan Partai Gerakan Rakyat tetap berpotensi memberi kejutan. Ia bahkan menyebut partai ini berpeluang meraih suara lebih besar dibandingkan Partai Solidaritas Indonesia yang selama ini identik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
“Saya pikir Partai Gerakan Rakyat bisa mengejutkan pada 2029 dan menyalip PSI,” katanya.
