SURABAYA || KASTV - PT Bangkit Jaya Menang (BJM) secara resmi melebarkan sayap bisnisnya ke sektor jasa keagamaan. Peresmian unit usaha layanan Umroh dan Haji ini dilaksanakan di kantor pusat perusahaan, Jalan Khairil Anwar Nomor 18, Surabaya, pada Rabu (7/1/2026).
Langkah ini menandai transformasi BJM dari perusahaan perdagangan dan jasa menjadi entitas bisnis yang lebih diversifikatif. Selain layanan religi, BJM saat ini juga mengelola lini usaha perdagangan marmer, jasa kontraktor, hingga konveksi.
Komisaris PT BJM, Dr. Ir. Sumarzen Marzuki, MMT, menegaskan bahwa ekspansi ini bukan sekadar mengejar keuntungan, melainkan menjawab kebutuhan spiritual masyarakat dengan standar profesional yang tinggi.
"Kami mengapresiasi keberanian manajemen dalam mengambil langkah ekspansi ini. Namun, sektor Umroh dan Haji adalah amanah yang menyentuh sisi spiritual. Maka, perencanaan matang, orientasi jangka panjang, serta kepatuhan mutlak terhadap regulasi pemerintah adalah kunci utama keberlanjutan usaha ini," ujar Sumarzen dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa di tengah dinamika ekonomi nasional, perusahaan harus jeli melihat peluang yang memiliki nilai strategis sekaligus dampak sosial yang luas.
Direktur Utama PT BJM, Drs. Ec. Didiek Harjanto, mengungkapkan bahwa berdirinya BJM merupakan buah dari diskusi intensif para pendiri yang memiliki visi serupa dalam membangun ekonomi berbasis kerja kolektif.
"BJM lahir dari gagasan sederhana yang kemudian kami kristalisasi menjadi bisnis terpadu. Saat ini, fokus utama kami memang pada penguatan sektor perdagangan untuk memperkokoh struktur finansial perusahaan sebelum kami melakukan penetrasi lebih masif di layanan lainnya," jelas Didiek.
Dalam sektor konveksi, Didiek menyebutkan bahwa infrastruktur produksi telah siap sepenuhnya. BJM membidik pasar instansi pemerintah dan lembaga pendidikan melalui penyediaan seragam dinas serta pakaian siswa berkualitas tinggi.
Menyadari tantangan ekonomi masyarakat, PT BJM menawarkan terobosan pada layanan Umroh melalui skema keberangkatan yang lebih terjangkau. Salah satu program unggulannya adalah paket kelompok untuk lima orang jamaah yang didukung oleh kemitraan strategis dengan lembaga pembiayaan.
"Kami ingin mempermudah akses masyarakat menuju Tanah Suci. Dengan skema pembiayaan yang transparan dan akuntabel, keinginan beribadah tidak lagi terkendala oleh masalah biaya di muka. Pelayanan prima sesuai ketentuan kementerian terkait menjadi janji kami kepada jamaah," tegas Didiek.
Peluncuran ini menjadi tonggak awal bagi BJM untuk memperkuat jaringan usaha di Jawa Timur. Ke depan, manajemen berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusi ekonomi dan sosial, khususnya bagi masyarakat Surabaya, melalui penciptaan lapangan kerja dan layanan jasa yang terpercaya.(*)
