![]() |
| Foto: Dok Sahabat Abdulah Hadrami |
Ahli ibadah, dibakar di neraka
Ahli maksiat, dimasukkan surga
Ungkapan itu bukan berarti ibadah itu sia-sia atau maksiat itu terpuji, tetapi sebuah peringatan keras tentang niat, keikhlasan, dan rahmat Allah.
Penjelasannya sebagai berikut.
Pertama, “Ahli ibadah dibakar di neraka”
Yang dimaksud adalah ahli ibadah yang rusak niatnya, seperti:
• Ibadah karena riya’, ingin dipuji manusia
• Merasa ujub (bangga diri) dan takabbur
• Menganggap ibadahnya pasti memasukkan dia ke surga
• Meremehkan orang lain
• Suka menyakiti orang lain
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang pertama dibakar di neraka di hari kiamat adalah:
• Orang yang berilmu
• Ahli sedekah
• Orang yang mati syahid
Namun mereka dilempar ke neraka karena semua amal itu dilakukan bukan karena Allah, tetapi demi pujian manusia (HR. Muslim).
Jadi masalahnya bukan pada ibadahnya, tetapi pada hati dan niatnya.
Kedua, “Ahli maksiat dimasukkan surga”
Yang dimaksud adalah pelaku dosa yang memiliki tauhid, iman, dan taubat, seperti:
• Mengakui dosanya
• Tidak sombong di hadapan Allah
• Menyesal dan berharap ampunan
• Bergantung pada rahmat Allah, bukan pada amal
• Juga dosanya berhubungan dengan Allah saja, tidak menyangkut hak sesama makhluk dan tidak suka menyakiti orang lain
Allah berfirman bahwa Dia mengampuni dosa-dosa semuanya (QS. Az-Zumar: 53).
Banyak ulama menjelaskan:
Bisa jadi seseorang masuk surga karena dosanya, sebab dosa itu membuatnya rendah hati, takut kepada Allah, dan terus bertobat.
Kesimpulan penting:
• Ibadah tanpa ikhlas bisa menghancurkan
• Dosa dengan taubat bisa menyelamatkan
• Surga dan neraka bukan ditentukan oleh banyaknya amal, tapi oleh:
• Tauhid
• Keikhlasan
• Kerendahan hati
• Rahmat Allah
Kalimat itu ingin menanamkan satu pelajaran besar:
Jangan bangga dengan amal, dan jangan putus asa karena dosa.
Semoga bermanfaat [ASH 06/01/26]
