Sibolga, Sumut— Seorang pemuda berusia 21 tahun tewas setelah dikeroyok sekelompok orang di area Masjid Agung Sibolga, Sumatera Utara, pada Minggu (3/11/2025). Insiden tragis ini berawal dari teguran terhadap korban yang sedang beristirahat di dalam masjid, namun berujung pada pengeroyokan yang mengakibatkan korban kehilangan nyawa.
Kapolres Sibolga, AKBP Dedi Wahyudi, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya telah menangkap tiga dari lima pelaku pengeroyokan. Dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Ketiga pelaku sudah kami amankan dan sedang dalam proses pemeriksaan intensif. Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga seluruh pelaku ditangkap,” ujar Dedi dalam keterangannya, Senin (4/11/2025).
Menurut keterangan saksi, korban sempat ditegur oleh salah satu pelaku karena beristirahat di dalam masjid. Teguran tersebut memicu pertengkaran yang kemudian berkembang menjadi pengeroyokan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka parah di kepala dan tubuh.
Keluarga korban menyatakan duka mendalam dan menuntut keadilan atas kematian anak mereka. Mereka mengecam tindakan para pelaku yang dinilai tidak manusiawi dan tidak sepatutnya terjadi di rumah ibadah.
Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori, turut menyesalkan peristiwa tersebut. Ia menyebut pengeroyokan di tempat suci seperti masjid sebagai tindakan yang ironis dan mencoreng nilai kemanusiaan.
“Masjid seharusnya menjadi tempat kedamaian dan perlindungan, bukan arena kekerasan. Kami berharap pihak berwenang menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku,” ujar Jamil.
Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh kepolisian untuk mengungkap motif dan peran masing-masing pelaku dalam pengeroyokan tersebut.
