JAKARTA – Peristiwa tragis saat aksi demonstrasi Kamis malam (27/8/2025) menyita perhatian publik dan meninggalkan duka mendalam bagi demokrasi Indonesia. Seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, meninggal akibat kelalaian aparat. Hal ini menjadi catatan serius agar tidak dialihkan ke isu-isu yang tidak relevan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Eros Djarot dalam
sebuah podcast di kanal YouTube Bongkar Abis
pada Jumat (29/8/2025). Ia mengingatkan agar tidak ada pernyataan yang justru
mengalihkan perhatian, misalnya dengan menyalahkan pihak asing. Menurutnya,
akar masalah berasal dari cara pemerintah mengelola negara dan kekayaan yang
seharusnya menyejahterakan rakyat, namun justru membebani mereka hingga harus
menuntut hak-hak dasar: hidup layak, adil, dan sejahtera.
Eros juga meminta anggota DPR lebih
berhati-hati dalam berbicara agar tidak memicu kemarahan rakyat. Ia menilai
kesulitan ekonomi, pengangguran yang masih tinggi, serta lemahnya respon wakil
rakyat menjadi pemicu akumulasi kekecewaan masyarakat.
Dalam dialog yang sama, Anthony Budiawan,
Direktur PEPS, menilai unjuk rasa tersebut merupakan cerminan kondisi rakyat
yang semakin sulit. Menurutnya, keluhan masyarakat kerap diabaikan sehingga
tidak dijadikan bahan introspeksi pemerintah. Ia mengingatkan, komentar pejabat
yang meremehkan kritik rakyat hanya menambah kesan bahwa pemerintah selalu
benar sementara rakyat dianggap salah dan bodoh.
Anthony menegaskan, setiap keluhan publik
harus dijadikan bahan koreksi oleh pemerintah maupun DPR. Ia juga meminta
Presiden Prabowo untuk mengevaluasi jajaran kabinetnya, memastikan para menteri
benar-benar bekerja demi kepentingan negara, dan tidak menjadi “musuh dalam
selimut.”