PEMATANG SIANTAR (KASTV) - Mencuatnya nama Toga di sejumlah media yang berperan sebagai pembagi stabil (uang tutup mulut) Kartel Narkoba yang beroperasi di Kawasan Bangsal, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar mengundang perhatian sejumlah pihak. Banyak yang bertanya siapa sebenarnya sosok oknum yang bernama Toga ini, lalu sejauh apa keterlibatannya di Sindikat Kartel Narkoba yang diduga dikendalikan oleh UH.
Dari berbagai sumber yang berhasil dihimpun oleh redaksi, ternyata si Toga ini merupakan salahsatu wartawan media online. Diduga Toga mendapatkan tugas untuk mengamankan Bisnis Peredaran Narkoba Raksasa di Kota Pematang Siantar yang disebut-sebut dikendalikan UH. Kartel Narkoba ini telah lama beroperasi dan berpindah-pindah tempat. Dimulai dari Gang Bajigur Jalan Medan, Lalu berpindah ke Kawasan Ringroad Tanjung Pinggir, Lalu berpindah lagi ke Jalan Melati sebelum akhirnya menetap di Kawasan bangsal, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematang Siantar.
Banyak yang bingung mengapa peredaran di Kawasan bangsal ini bisa beroperasi selama bertahun-tahun, tanpa pernah ada yang tertangkap dan memang kesannya seperti kebal hukum dan bisa dibilang sama sekali tak tersentuh hukum.
Ada banyak aktifis yang melakukan aksi demo dan media online yang memberitakan tentang Peredaran Narkoba di Kawasan bangsal ini, namun sepertinya semuanya bisa diredam berkat kerja keras si Toga "Sang Pembagi Stabil" yang berhasil mengamankan para aktifis dan wartawan itu.
Setidaknya ada puluhan atau bahkan ada ratusan oknum aktifis dan wartawan yang menerima jatah antara Rp.400 ribu s/d Rp.2 juta perbulannya dari bisnis haram tersebut.
Seperti halnya pengakuan si Bedul (nama samaran) kepada awak media ini. Ia mengaku menerima uang stabil dari Toga "Sang Pembagi Stabil" yang besarannya Rp.400 ribu setiap bulannya.
"Aku terima 400 ribu perbulan bang, gak tau ya kalau yang lain, karena bukan aku saja yang menerima, tetapi ada puluhan bahkan ratusan orang yang di amankan oleh si Toga ini," ucap Bedul, Jumat (19/04/2024).
Bedul menduga bisnis haram tersebut sepertinya sudah menjadi rahasia umum, bahkan diduga orang disekitar juga telah diamankan atau bisa jadi takut terhadap gerombolan kartel narkoba UH ini sehingga takut untuk melaporkan ke pihak yang berwajib.
"Kan abang tahu sendiri, udah pernah dibakar orang ini rumah wartawan si B gara-gara memberitakan mereka," ungkap si Bedul yang juga mewanti-wanti agar namanya juga dirahasiakan.
Menanggapi hal ini Bambang (juga nama samaran) mengaku resah dengan keberadaan para Bandar narkoba yang beroperasi di kawasan bangsal tersebut. Sebab menurutnya selain dapat merusak generasi muda juga mencoreng citra Kota Pematang Siantar yang selama ini dikenal sebagai Kota pendidikan.
Untuk itu ia berharap aparat penegak hukum segera memberantas habis Peredaran Narkoba di Kawasan bangsal yang telah sejak lama beroperasi.
"Coba pak polisi tangkap dulu si Toga itu, diakan pembagi stabil, jadi sudah tentu tahu betul struktur dan siapa sebenarnya Bigboss Kartel Narkoba di Kawasan bangsal tersebut," ujar Bambang.
"Yang pastinya, dari mulut si Toga ini setidaknya polisi bisa mendapatkan petunjuk untuk mengungkap Peredaran Narkoba di Kawasan bangsal," jelasnya.
"Kalau Polres Pematang Siantar kewalahan kan bisa minta bantuan Polda Sumut untuk turut serta menyelidiki secara tuntas dan membabat habis mereka yang telah merusak generasi muda Kota Pematang Siantar," tandasnya. (SN)