JAKARTA (KASTV) - Siswi SMA yang menantang debat terbuka Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, membuat laporan ke Divisi Propam Polri. Remaja bernama Kate Victoria Lim (KVL) itu, mengadukan seorang perwira Polri yang diduga melakukan penghinaan, dengan menyebutnya sebagai pekerja seks komersial (PSK).
"Maksud kedatangan saya ke Propam hari ini adalah untuk
melaporkan seorang perwira polisi salah satu anggota Dit Tipid Siber Bareskrim
Polri ke Propam," ujar Kate di Jakarta, Kamis (7/9).
Persoalan ini bermula kala dirinya mengirimkan link video
YouTube kepada nomor diduga milik seorang perwira Polri berpangkat inspektur
dua (ipda) inisial BS. Video tersebut tentang pendapat Kate mengenai kasus
pencemaran nama baik yang menjerat ayahnya, pengacara Alvin Lim, yang
ditayangkan di kanal YouTube Qoutient TV.
"Lalu pada tanggal 20 Agustus 2023 saya mengirimkan
video ke nomor WhatsApp tersebut berjudul 'Keadilan Versi Kate Victoria Lim'
dari kanal YouTube Qoutient TV dengan maksud sang perwira bisa mendengar opini
keadilan versi saya, namun balasan yang saya dapatkan adalah kata-kata kotor,
yang menurut saya tidak pantas dikatakan seseorang yang sudah dewasa apalagi seorang
polisi yang bekerja di institusi seperti ini," papar Kate.
Karena Kate mengaku tak terlalu paham dengan kata-kata yang
dimaksud dalam chat yang dikirimkan nomor diduga milik Ipda BS, gadis 16 tahun
itu lalu melakukan penelusuran ke Google, guna mencari tahu maknanya.
"Ternyata artinya adalah pelaku tindak asusila yang
menjual dirinya sendiri atau bisa dikatakan pekerja seks komersial, kata
halusnya. Ini saya juga dikatakan sebagai anjing atau binatang padahal saya
adalah manusia," kata Kate.
Kate memastikan nomor tersebut merupakan milik perwira
Polri. Sebab, kata dia, Ipda BS adalah penyidik yang menangani kasus ayahnya.
Sebelum ayahnya dijebloskan ke penjara dalam kasus lain, Alvin sempat
komunikasi dan koordinasi dengan nomor tersebut, karena tertera dalam surat
pemanggilan pemeriksaan Alvin dalam kasus yang dilaporkan para jaksa itu.
"Dalam kasus pencemaran nama baik (yang menjerat ayah
saya), terdapat surat panggilan pemeriksaan yang isinya ada nama dan nomor
telepon penyidik tersebut disimpan di nomor handphone ayah saya dengan nama
tertera BS," kata Kate.
Lebih lanjut, Kate menyesalkan balasan dari nomor tersebut
yang merendahkannya. Jika dirinya salah pun, ia siap ditegur dan dinasihati.
"Saya bersedia kok untuk ditegur, tidak harus dengan
kata-kata fitnah dan hinaan seperti itu. Kok bisa membalas pesan rakyat seperti
ini?" tuturnya.
Kate pun menyerahkan permasalahan ini ke Propam. Ia pasrah
apabila laporannya diproses atau tidak oleh Propam. Meski begitu, ia tetap
berharap agar ada tindakan terhadap pelaku.
"Saya harap perwira ini dicopot, karena apakah pantas
membalas seperti ini kepada remaja yang sedang menyampaikan keluh-kesahnya?
Dimana profesionalitasnya?" tandas Kate. (Rep: Johan)
