
𝐒𝐎𝐑𝐎𝐍𝐆 (𝗞𝗔𝗦𝗧𝗩) -Terkait pemalangan sekolah SD YPK yang terjadi di kampung mogibi distrik inanwatan yang terjadi pada pagi tanggal 24 april 2023 hari ini, setelah melalui koordinasi dengan kepala kampung, Kepala sekolah serta koramil setempat dan pemilik hak ulayat. namun belum ada hasil yang di sepakati,sehingga pemilik hak memberikan kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikan pembayaran hak ulayat mereka.
Dari persoalasan terkait pemalangan Sekolah SD YPK kampung Mogibi Inilah Penjelasan kepala suku imekko Bapak yohan Bodori S.Sos.MTr.Ap dari sisi sebagai kepala suku,
"Saya selaku kepala suku imekko menghimbau kepada seluruh masyarakat imekko khusunya bagi pemilik hak ulayat yang sampai saat ini masih bermasalah.
Beliau Berharap kepada masyarakat “agar jangan selalu menggunakan pola yang menedepankan bentuk hal ulayat harus di bedakan mana yang merupakan tuntutan hak ulayat,dan mana yang merupakan kepentingan bersama yang di bangun oleh pemerintah.
'Kalau selalu hanya mengedepan kan tuntutan hak ulayat saya berfikir ini merupakan pola ketertinggalan yang selalu kita hadapi," Pungkasnya
Seorang kepala suku imekko sangat prihatin dengan bentuk – bentuk yang selalu terjadi seperti ini ,Kalau pemerintah memperhatikan masyarakat dalam bentuk pembangunan, kemudian kita menjadi penghambat pembangunan , di wilayah sorong selatan khususnya di wilayah imekko dengan cara cara seperti ini mari kita tinggalkan” ujarnya.
Hal semacam ini sudah sangat merugikan kita ,dari semua aspek kalau hal ini selalu terjadi bagaimana keadaan kita bisa berubah. Beliau juga berharap agar pemilik hak ulayat adalam bentuk ganti ‘wajar saja ‘ dalam bentuk uang siri pinang tetapi kalau bentuk ganti rugi’ tetapi kalau sifat tuntutan ganti sudah keterlaluan nilainya sudah ratusan juta’wah ini dengan sendirinya kita sudah membunuh generasi kita sendiri.
Sebagai kepala suku imekko berharap serta dari aspek di bidang pendidikan dan selaku kepala dinas pemberdayaan masyarakat” bagaimana kita bisa memperdayakan bidang pendidikan, kalau hal seperti ini masih kita lakukan, beliau juga mengajak kepada masyarakat.
"mari kita bersama sama melihat kejadian ini, dan ini merupakan contoh yang tidak boleh terulang lagi di wilayah imekko," Urainya
Beliau juga mengingatkan kita bahwa kitalah yang menjadi indicator terburuk dalam pembangunan ,baik dibidang pendidikan maupundi bidang pemberdayaan masyarakat,begitu pula di bidang kesehatan,infrastruktur ‘kita yang paling tertinggal.
Jangan kita mengikat diri terus mari kita membantu pemerintah untuk memberikan solusi dalam segala hal untuk membantu membangun di mulai dari tingkat kampung distrik dan kabupaten.@𝙴𝚍𝚒𝚝𝚘𝚛...