JAKARTA (KASTV) - Kasus investasi skema ponzi Mahkota dengan
Terlapor Raja Sapta Oktohari yang menimpa 7000 korban masyarakat sudah jalan 4
tahun namun mandek di Polda Metro Jaya.
Raja Sapta Oktohari menawarkan MTN dengan bunga 8-10 %
bahkan ditambah iming-iming dividen. "Namun bukan hanya tidak dapat bunga,
bahkan modal juga tidak pernah dikembalikan oleh Raja Sapta Oktohari sehingga dilaporkan
ke pihak kepolisian," kata Advokat Bambang Hartono, Selasa (25/4/2023).
Raja Sapta Oktohari sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketum
HIPMI dan sekarang sebagai Ketua Komite Olah Raga Indonesia (KOI), namun sangat minim prestasi. Ia anak
manja yang hidup dalam bayang-bayang ayahnya, tidak jelas juga siapa pasangan
hidupnya yang selalu dikelilingi oleh para pembantunya.
Sebut saja, Hamdriyanto sebagai Dirut OSO Sekuritas, adalah
tangan kanan yang digunakan Raja Sapta Oktohari untuk menjalankan skema ponzi.
Kedua adalah pasukan pengacara bodong, Natalia Rusli dan Juristo. Dimana
Natalia Rusli sedang mendekam di Pondok Bambu. Juristo sendiri mengaku sebagai
Advokat dan lulusan Sarjana Hukum, padahal diketahui baru semester 5 di STIH
Gunung Jati.
Gaya preman Raja Sapta Oktohari ditiru oleh Juristo yang
dengan angkuhnya selalu membawa pistol dan sering mengancam korban Raja Sapta
Oktohari yang menolak berdamai.
"Layaknya Tuyul yang sering mencuri uang masyarakat,
begitulah rupa Juristo dengan kepala plontos dan berhati kejam melancarkan
aksinya," ujar Advokat Bambang Hartono, Kadiv Humas LQ Indonesia Lawfirm.
Kasus Mahkota Properti dengan Raja Sapta Oktohari selaku
Terlapor juga diatensi oleh Indonesia Police Watch (IPW) dari sebelumnya Ketua
IPW Netta S Pane membandingkan lambatnya penanganan Mahkota, hingga Ketua IPW tersebut
meninggal, belum juga selesai kasus ini.
"Tidak heran Polisi sering dipandang remeh oleh
masyarakat karena tumpulnya penegakan hukum di Polda Metro Jaya, membuat
penjahat ‘kerah putih’ layaknya raja yang kebal hukum. Polri perlu berbenah dan
memperbaiki paradigmanya. Jika tidak, maka akan makin rusak institusi
kepolisian di mata masyarakat," ucapnya.
Masyarakat hanya bisa menanti gebrakan dan kinerja Irjen
Karyoto selaku Kapolda Metro Jaya yang baru, untuk menuntaskan kasus Mahkota
ini.
"Mari kita pantau bersama, beranikah Irjen Karyoto
memberantas penjahat kerah putih sekelas Raja Sapta Oktohari? Apalagi RSO ini
dikenal dekat dengan Eric Thohir selaku Menteri BUMN dan Sandiaga Uno selaku Menteri
Pariwisata. Bisa rusak negara ini jika dipimpin oleh penjahat yang uangnya
hasil merampok masyarakat," tpungkasnya.
