![]() |
| Foto: Nasdem twitter |
Opini oleh M Rizal Fadillah - Pemerhati Politik dan Kebangsaan
DUKUNGAN kepada Prabowo adalah mainan baru Jokowi. Tentu
tidak melepas dukungan kepada Ganjar Pranowo. Isu ingin ada tiga pasangan yang
bertarung seperti demokratis tetapi sebenarnya oligarkis. Oligarki yang berjudi
untuk dua pasangan. Pasangan ketiga yang menjadi target penyingkiran adalah
Anies Baswedan.
Jika Prabowo berpasangan dengan Puan maka Jokowi senang
berada di kaki ini. Berdamai dengan Megawati. Kaki lainnya adalah KIB yang
diharapkan mengajukan Ganjar-Airlangga. Jika pasangan ini sukses Jokowi
berbahagia. Sementara Anies Baswedan- AHY atau Anies Aher, akan menjadi musuh
kedua pasangan restu Jokowi tersebut.
Skenario sukses dua kaki Jokowi adalah pertarungan antara
pasangan Prabowo lawan Ganjar Pranowo. Dugaan kuat Jokowi akan all out untuk
Ganjar. Andai Prabowo ternyata menang Jokowi masih bisa senyum meski agak
kecut.
Inilah pola baru yang memungkinkan untuk melawan Anies Baswedan.
Politik identitas yang disematkan kepada Anies menjadi bola yang akan
disepak-sepak terus.
Jika ternyata final nanti adalah Ganjar Pranowo melawan
Anies Baswedan maka kubu Prabowo akan bergabung mendukung Ganjar. Segala cara
akan digunakan untuk memenangkannya. Kecurangan 2019 dapat terulang agar
oligarki tetap berlanjut. Jokowi perlu perlindungan.
Bahasa Jokowi "saatnya Prabowo jadi Presiden" bisa
saja untuk kejutan lain yakni Jokowi menjadi Cawapres Prabowo sebagaimana gencar juga dimunculkan. Tapi
ini merupakan pasangan bertegangan tinggi. Risiko besar karena pasangan
Prabowo-Jokowi menjadi musuh bersama siapapun lawan-lawannya. Termasuk PDIP
yang marah besar.
Dukungan rakyat kepada Anies Baswedan justru akan menguat
sebagai wujud dari aspirasi perlawanan. Politik dua kaki Jokowi lebih rasional
ketimbang berdiri di kaki sebelah kiri. Manuver ini untuk mengimbangi
penggumpalan dukungan rakyat pada Anies Baswedan.
Semua masih berkonfigurasi mengingat proses pendaftaran
Capres masih jauh. Lebih jauh lagi manuver ini adalah upaya untuk menepis upaya
rakyat yang sudah muak dengan tingkah polah rezim Jokowi. Mereka ingin Jokowi
berhenti saat ini. Tidak percaya pada kebersihan Pemilu 2024.
Harapan rakyat jika Pemilu 2O24 terlaksana maka hal ini
tidak dijadikan sebagai ajang judi kekuatan oligarki atau semata kepentingan dan perlindungan
Jokowi.
Pemilu 2024 adalah peletakan dasar bagi pembangunan
demokrasi yang lebih segar dan berkemajuan. Dan itu hanya dapat terjadi jika
Jokowi tidak lagi berstatus sebagai Presiden.
Bandung, 13 November 2022
