Lampung (KASTV) - Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melaksanakan Kunjungan Kerja Reses ke Provins Lampung, tim Komisi X DPR RI bersama sejumlah Pejabat Kementerian dari mitra kerja diterima Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Forkopimda Lampung bertempat di Mahan Agung. Selasa, (25/10/2022)
Anggota DPR RI Komisi X yang hadir Abdul Fikri Faqih, Rano Karno, M. Nur Purnamasidi, Himmatul Aliyah, H. Nuroji, Moh. Haerul Amri, Muhammad Kadafi, H. Bisri Romly, A.S. Sukawijaya, Bramantyo Suwondo, Fahmi Alaydroes, H. Mustafa Kamal dan Zainuddin Maliki.
Selain itu Komisi X DPR RI juga didampingi oleh Pejabat dari Mitra Kerja yakni Plt. Direktur Pendidikan Profesi Guru, Kemendikbudristek RI Temu Ismail; Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Oneng Setya Harini, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf RI Dwi Marhen Yono; Staf Ahli Bidang Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga Samsudin, Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Perpusnas RI Agus Sutoyo.
Ketua Tim Kunker Komisi X ke Provinsi Lampung Agustina Wilujeng Pramestuti dalam kesempatan tersebut mengatakan Komisi X DPR-RI merupakan alat kelengkapan DPR-RI yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif, pemuda dan olah raga, serta perpustakaan, yang bermitra dengan Kemendikbudristek-RI, Kemenparekraf/Baparekraf RI, Kementerian Pemuda dan Olah raga RI, dan Perpustakaan Nasional RI.
"Kita bersyukur bahwa Pandemi Covid-19 yang terdeteksi sejak Maret 2020 hingga awal 2022, sudah mulai mereda. Pasca-pandemi tugas kita adalah memulihkan kembali aktivitas dan ketertinggalan kita di hampir semua bidang, terutama bidang pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan lain-lain, yang pada saat pandemi yang lalu sangat terdampak" ujar Agustina
Dalam bidang Pendidikan, tambahnya, mayoritas sekolah harus kembali memastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran saat ini, mampu memperbaiki ketertinggalan dalam belajar dan mengurangi kemungkinan adanya learning lost dan lost generation akibat pandemi.
Sarana dan prasarana sekolah harus dipenuhi dengan berbagai program pendidikan dalam mendukung pembelajaran tatap muka, harus dipastikan dapat berjalan dengan baik.
Selain itu Agustina juga menjelaskan bahwa dibidang Pendidikan Tinggi, Komisi X DPR-RI telah membentuk Panja Perguruan Tinggi setelah melihat perlunya dukungan dan keberpihakan terhadap penyelenggaraan PTS sebagai penanggung jawab pendidikan tinggi yang dominan di Indonesia.
"Permasalahan seperti dis-equalities, quality, relevancy, dan competitiveness yang berlangsung pada PTS, perlu segera mendapatkan solusi," katanya
Selanjutnya perlu refocusing kinerja PTN, yang didukung oleh peningkatan mutu, relevansi, akses, daya saing dan tata kelola, untuk mendapatkan output yang maksimal.
"Komisi X DPR RI pada kesempatan hari ini, ingin mengetahui pelaksanaan berbagai program pendidikan maupun pendidikan tinggi seperti PIP, BOS, DAK, Kurikulum, KIP Kuliah, Bantuan UKT, PPDB, Pendidikan khusus dan layanan khusus, penyelenggaraan pendidikan vokasi, Pendidikan Tatap Muka (PTM) serta pemberian vaksin bagi pemangku kepentingan bidang Pendidikan di Provinsi Lampung," tegasnya
Di Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif meskipun pandemi Covid-19 turut melumpuhkan sektor parekraf kita tetap optimis, mengingat Provinsi Lampung memiliki destinasi yang dapat dikembangkan.
"Lampung memiliki banyak destinasi yang didominasi oleh wisata alam yang perlu kembali dipasarkan dan dikelola lebih maksimal," tuturnya
"Dengan tekat dan kerja sama yang baik berbagai pihak kita optimis perkembangan dalam segala bidang dapat kita capai dan penuhi." tutupnya.
Reperter (Iwan/dfn)
