-->

Pentingnya Menjaga Budaya dan HAM Menurut Advokat Rikha Permatasari di Hari Batik Nasional

Jakarta || KASTV  - Peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober tahun ini bertepatan dengan Hari Tanpa Kekerasan Internasional. Momen ganda ini dimaknai sebagai pendorong semangat untuk terus merawat warisan budaya sekaligus memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan di Indonesia.

​Advokat dan purnawirawan TNI AD, Dr. (c) TNI AD Purn. Adv. Rikha Permatasari, S.H., M.H., menegaskan pentingnya menjaga jati diri bangsa melalui pelestarian batik, sejalan dengan komitmen menciptakan ruang hidup yang aman dan bebas dari aksi intimidasi.

​"Batik adalah kebanggaan bangsa, warisan budaya yang menyatukan kita dalam keindahan dan keberagaman. Mari mengenakan, mencintai, dan melestarikan batik sebagai wujud penghormatan terhadap karya serta jati diri Indonesia," ujar Rikha Permatasari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (2/10/2026).

​Selain menyoroti pentingnya pelestarian budaya, Rikha menggarisbawahi urgensi penegakan hak asasi manusia pada peringatan Hari Tanpa Kekerasan Internasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menolak segala bentuk kekerasan dan mengedepankan pendekatan bermartabat dalam menyuarakan keadilan.

​“Rawat budaya bangsa, tegakkan keadilan, dan lindungi martabat manusia. Setiap orang berhak hidup aman, dihormati, dan bebas dari kekerasan,” tegasnya.

​Menurut Rikha, persatuan nasional tidak hanya dibangun di atas fondasi kebudayaan yang kuat, tetapi juga lingkungan sosial yang menjamin rasa aman bagi setiap warga negara. Upaya penegakan hukum dan keadilan, lanjutnya, harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap martabat kemanusiaan. (*)



Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

  • Menyiapkan slide berita kasuaritv.com...

نموذج الاتصال