SORONG SELATAN KASUARITV– Tokoh Pemekaran Kabupaten Sorong Selatan Marten Saflesa menyoroti kondisi daerah saat memasuki usia 23 tahun. Menurutnya, ada hal yang berkaitan dengan masalah masyarakat dan juga ada hal yang berkaitan dengan masalah pemerintah,
"Masyarakat tidak salah kalau kami Tim Pejuang 13 lakukan pengucapan syukur HUT 23 tahun Sorong Selatan," ujarnya.
1. DESAK BPKAD JELASKAN PINJAMAN 110 MILIAR
Tokoh pemekaran ini meminta Pemerintah dalam hal ini Kepala BPKAD Sorong Selatan untuk menjelaskan secara terperinci penggunaan dana pinjaman 110 Miliar kepada publik.
"Karena hal ini sudah di-expose di media massa dan menjadi asumsi publik. Pinjaman uang itu untuk apa? Apakah Sorong Selatan ada mengalami musibah bencana alam? Mengurus stunting?" katanya.
"Hal ini harus dijelaskan secara terperinci supaya publik tahu, karena hal ini sudah terlanjur viral di media massa."
2. SOROTI PENEMPATAN PEJABAT TIDAK SESUAI BIDANG ILMU.
Selain itu, ia juga menyoroti penempatan kepala dinas yang tidak sesuai dengan basic ilmunya.
"Misalnya, jangan kita angkat pejabat yang basic ilmunya S.Pd menjadi Kepala Dinas Perikanan, yang S.Hut menjadi Kepala BPKSDM, atau SE jadi Kepala Dinas BNPB. Model seperti begini yang bikin pembangunan mati," tegasnya.
"Jadi kita harus menempatkan orang di dinas tersebut benar-benar yang memiliki basic ilmunya sesuai dengan keahliannya. Supaya apa bila dia menyusun program itu benar-benar menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat," lanjutnya.
Ia pun mempertanyakan kompetensi pejabat di bidang pariwisata.
"Ini sudah 23 tahun kita bicara negeri 1001 sungai. Orang yang duduk di pariwisata ini punya ahli tidak?" pungkasnya.
*(Moy)*
