-->

Polda Lampung Didesak Usut Dugaan “Pengecoran” Solar Bersubsidi dengan QR Code Ganda, Sejumlah Kendaraan Terpantau di SPBU R.E. Martadinata

Bandar Lampung, KASTV  – Rabu, 12 Agustus 2026
Dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM jenis solar bersubsidi kembali menjadi sorotan di SPBU 24.352.46 Jalan Laksamana R.E. Martadinata, Kelurahan Keteguhan, Kecamatan Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung.

Berdasarkan penelusuran dan pemantauan awak media di lapangan, terlihat sejumlah kendaraan yang diduga melakukan pengisian solar secara berulang. Kendaraan yang terpantau antara lain Mitsubishi Pajero Sport, Toyota Fortuner, kendaraan cold diesel, serta beberapa mobil L300 yang bagian bak belakangnya ditutup menggunakan terpal.

Sejumlah kendaraan diesel tersebut terlihat mengantre untuk melakukan pengisian solar. Beberapa kendaraan juga diduga menggunakan pola antrean berbeda dan berupaya masuk melalui jalur samping.

Awak media juga memperoleh informasi mengenai dugaan penggunaan identitas kendaraan atau QR Code yang berbeda dalam satu kendaraan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, satu kendaraan diduga dapat menggunakan hingga tiga nomor polisi atau identitas kendaraan berbeda dalam sehari untuk melakukan transaksi solar bersubsidi.

Apabila benar, informasi tersebut tentu perlu mendapat perhatian serius karena penggunaan identitas kendaraan yang tidak sesuai dengan kendaraan yang melakukan pengisian dapat berpotensi menjadi bentuk penyalahgunaan sistem distribusi BBM bersubsidi.

Salah seorang sumber yang ditemui awak media menyebutkan bahwa terdapat kendaraan tertentu yang diduga dapat melakukan pengisian beberapa kali dalam sehari.

"Satu mobil bisa sampai tiga kali mengisi dalam sehari. Ada yang mendapatkan sekitar satu ton sampai dua ton per hari," ungkap sumber tersebut.

Keterangan itu masih merupakan informasi dari narasumber dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Diduga Mengetahui Jadwal Kedatangan Solar

Awak media juga memperoleh informasi bahwa kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang disebut-sebut telah mengetahui waktu kedatangan pasokan solar di SPBU.

"Mereka sudah tahu jam-jam datangnya solar," ujar sumber tersebut.

Sumber juga menyampaikan adanya dugaan keterlibatan atau kerja sama dengan pihak tertentu di SPBU. Namun, dugaan tersebut belum dapat diverifikasi dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta tanpa adanya pemeriksaan resmi.

Polda Lampung Diminta Turun Tangan

Munculnya dugaan penggunaan QR Code atau identitas kendaraan berbeda, pengisian berulang, serta adanya kendaraan tertentu yang diduga mendapatkan solar dalam jumlah besar menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Polda Lampung diminta tidak tinggal diam dan segera melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah benar terdapat penyalahgunaan BBM bersubsidi di SPBU tersebut.

Pemeriksaan dapat dilakukan dengan mencocokkan data transaksi, QR Code, nomor polisi kendaraan, volume pembelian, waktu pengisian, serta rekaman CCTV SPBU. Dari data tersebut, aparat dapat mengetahui apakah kendaraan yang sama memang melakukan transaksi berulang dengan identitas berbeda.
Selain aparat penegak hukum, pihak Pertamina juga diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap sistem penyaluran solar bersubsidi di SPBU 24.352.46.

Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat berharap adanya tindakan tegas sesuai ketentuan. Sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan tersebut juga diharapkan dapat disampaikan secara transparan kepada publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU 24.352.46 maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tersebut.

Awak media masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak SPBU, Pertamina, maupun pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pemberitaan ini demi memenuhi prinsip keberimbangan dan akurasi jurnalistik.      (Red)

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama

Total Tayangan Halaman

  • Menyiapkan slide berita kasuaritv.com...

نموذج الاتصال