Lampung, KASTV — Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal tersebut disampaikan H. Tony Eka Candra, Ketua DPD GRANAT Provinsi Lampung sekaligus Ketua PD VIII KB FKPPI Provinsi Lampung, dalam refleksinya menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026.
Menurutnya, Maulid Nabi tidak seharusnya dimaknai sebatas kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menggali kembali nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Di tengah tantangan kehidupan modern, seperti dekadensi moral, krisis kepercayaan, dan rentannya persatuan, keteladanan Rasulullah SAW dapat menjadi kompas moral bagi kehidupan kita,” ujarnya.
Tony Eka Candra menilai terdapat sejumlah nilai utama dari keteladanan Rasulullah SAW yang sangat relevan diterapkan saat ini. Pertama adalah integritas dan kejujuran atau sifat siddiq dan amanah.
Menurutnya, Rasulullah SAW telah dikenal masyarakat Mekkah dengan gelar Al-Amin atau orang yang dapat dipercaya, bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Rasul.
“Kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun apabila ucapan selaras dengan perbuatan. Karena itu, siapa pun yang mendapat amanah, baik sebagai pemimpin, tokoh masyarakat maupun abdi negara, harus menjunjung tinggi kejujuran dan integritas,” katanya.
Nilai kedua adalah kepedulian sosial dan perlindungan terhadap generasi penerus. Rasulullah SAW, lanjutnya, merupakan sosok yang sangat menyayangi anak yatim, menghormati orang tua, menyayangi generasi muda, serta memberikan perhatian kepada masyarakat yang lemah.
Nilai tersebut, menurut Tony, harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan dan generasi muda, termasuk melindungi mereka dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan, seperti penyalahgunaan narkotika dan pergaulan bebas.
“Bangsa yang kuat harus dimulai dari generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki masa depan. Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan membina mereka,” tegasnya.
Sementara itu, nilai ketiga adalah kebijaksanaan dalam menjaga persatuan atau fathonah. Tony menilai Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam membangun kehidupan masyarakat yang majemuk melalui dialog, keadilan, kesetaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan.
Ia mencontohkan Piagam Madinah sebagai salah satu bagian penting dari sejarah yang menunjukkan bagaimana Rasulullah SAW membangun kehidupan bersama di tengah keberagaman masyarakat.
“Dalam kehidupan masyarakat kita yang majemuk, toleransi, dialog, dan gotong royong harus menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan. Perbedaan jangan dijadikan sumber konflik, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun daerah dan bangsa,” tuturnya.
Tony juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan dan selawat, tetapi harus dibuktikan dengan perilaku dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pribadi yang memberikan manfaat bagi sesama, menghadirkan solusi, serta menebarkan kedamaian di lingkungan masing-masing.
“Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 H. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat membawa keberkahan, kedamaian, dan memperkuat kepedulian serta persatuan masyarakat.
Shallallahu 'ala Muhammad. Wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq. Fastabiqul khairat. (Tim)